Kamis, 05 Februari 2026

Persiapan pertemuan relawan bencana

 Selama bulan Januari 2026, Shanti menyiapkan rencana pertemuan berikutnya untuk relawan bencana.

Yang pertama dilakukan adalah mencoba menyiapkan repeater duplex sederhana. Sistim ini terdiri dari dua buah HT Baofeng UV-5R yang dihubungkan dengan kabel buatan sendiri. Uji coba ini tidak mengalami kendala dan sudah selesai dilakukan, sehingga Shanti yakin sistim ini dapat digunakan dilapangan bila melakukan aktivitas penanggulangan bencana. 

Yang kedua adalah mencoba menyiapkan sistim repeater simplex sederhana. Sistim ini menggunakan satu buah HT Baofeng UV-5R dan modul repeater simplex. Ketika HT menerima pesan, modul repeater akan merekam pesan tersebut. Ketika selesai, pesan akan diputar ulang oleh modul repeater dan dipancakan ulang oleh HT. Repeater simplex dapat berfungsi dengan baik.

Yang ketiga adalah memulai dan mencoba proses pembuatan antenna Yagi-Uda versi portable. Antena ini adalah jenis antenna directional, sehingga dapat membantu ketika jarak titik komunikasi terlalu jauh untuk dijangkau oleh HT dengan antena flower pot. Desain antenna Yagi uda sebetulnya mudah didapatkan/dihitung, tetapi untuk merubahnya menjadi versi portable ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Shanti mencoba menggunakan pipa pvc ½ inchi sebagai ‘boom’, dan kawat tembaga ukuran diameter 3mm sebagai elemen-elemennya. Hingga saat ini, percobaan-percobaan masih dilakukan.

Yang keempat, Shanti mencoba untuk membuat antenna dari kain Faraday. Kain ini dipotong membentuk antenna Jpole, lalu dijahit ke tali webbing berukuran lebar 5cm. Bila ini berhasil, antena Jpole ini akan sangat mudah untuk dibawa-bawa. Hingga saat ini percobaan-percobaan masih dilakukan.
 

Kamis, 08 Januari 2026

Pelatihan 2 Relawan bencana kalbar

Shanti memberikan pelatihan relawan pada tanggal 21 – 22 November 2025 di PPMT Ngarak, Kalimantan Barat. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama yang diadakan pada Bulan Juli 2025 lalu.

Pada pelatihan kedua ini, pembuatan antena flower pot yang dilakukan pada pelatihan pertama, diulang karena kegagalan ketika itu, yang disebabkan penggunaan resin polyesther (karena ketika itu Shanti tidak dapat menemukan penjual resin epoxy di Pontianak). Shanti berhasil menemukan penjual resin Epoxy di pontianak, yang dijual sebagai lem pada toko yang menjual alat pancing.

Masing-masing peserta pelatihan berhasil membuat antena flower pot hingga selesai, dan berfungsi dengan baik. Antena di uji coba dan berfungsi dengan sangat baik.

Pada kesempatam ini, Shanti juga mencoba menaikkan antena Jpole ke atas pohon dengan menggunakan ketapel dan tali. Antena ini dihubungkan dengan Rig Icom, dan digunakan untuk menguji coba komunikasi dengan HT yang menggunakan antena flower pot.

 


Peserta sedang membuat antena

Walaupun uzur, tetap semangat

Antena flower pot sedang
dikeringkan setelah difiksasi
dengan resin epoxy

Peserta sedang mengukur SWR

Peserta pelatihan