Kamis, 08 Januari 2026

Pelatihan 2 Relawan bencana kalbar

Shanti memberikan pelatihan relawan pada tanggal 21 – 22 November 2025 di PPMT Ngarak, Kalimantan Barat. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama yang diadakan pada Bulan Juli 2025 lalu.

Pada pelatihan kedua ini, pembuatan antena flower pot yang dilakukan pada pelatihan pertama, diulang karena kegagalan ketika itu, yang disebabkan penggunaan resin polyesther (karena ketika itu Shanti tidak dapat menemukan penjual resin epoxy di Pontianak). Shanti berhasil menemukan penjual resin Epoxy di pontianak, yang dijual sebagai lem pada toko yang menjual alat pancing.

Masing-masing peserta pelatihan berhasil membuat antena flower pot hingga selesai, dan berfungsi dengan baik. Antena di uji coba dan berfungsi dengan sangat baik.

Pada kesempatam ini, Shanti juga mencoba menaikkan antena Jpole ke atas pohon dengan menggunakan ketapel dan tali. Antena ini dihubungkan dengan Rig Icom, dan digunakan untuk menguji coba komunikasi dengan HT yang menggunakan antena flower pot.

 


Peserta sedang membuat antena

Walaupun uzur, tetap semangat

Antena flower pot sedang
dikeringkan setelah difiksasi
dengan resin epoxy

Peserta sedang mengukur SWR

Peserta pelatihan

Rabu, 08 Oktober 2025

Survey Endline di Lombok (2)

Pada bulan ini Shanti masih dalam proses menyelesaikan laporan survey Endline di Lombok. Revisi kedua sudah dikirimkan, dan Shanti masih menunggu feedback untuk perbaikan berikutnya. Laporan internal juga sudah diselesaikan pada bulan ini.

 


Pelatihan enumerator

Pelatihan enumerator

Peserta FGD di Sembalun

Peserta FGD di Pringgabaya

Tim survey

Rabu, 10 September 2025

Survey Endline di Lombok

Pada tanggal 12 – 27 Agustus 2025, Shanti berkunjung ke Lombok untuk melakukan beberapa hal, sehubungan dengan kerja sama dengan WVI. 
 
Pada tanggal 14 – 15 Agustus, Shanti membantu WVI untuk melakukan FGD dengan kelompok ibu-ibu peserta kelas kilat, yang dilakukan oleh WVI, dan kelompok peserta pelatihan content creator. FGD ini dilakukan di kecamatan Sembalun dan Pringgabaya. 
  
Pelatihan enumerator untuk survey LQAS dilakukan pada tanggal 19 – 20 Agustus, di aula Puskesmas Sembalun. 10 orang enumerator mengikuti kegiatan di kelas dan testing disebuah dusun didekat Puskesmas Sembalun.
 
Survey dilakukan pada tanggal 21 – 23 Agustus 2025 di 3 desa di kecamatan Sembalun dan 3 desa di kecamatan Pringgabaya. Secara keseluruhan, survey berlangsung dengan baik. Pada tanggal 23 Agustus, Shanti juga membantu WVI untuk melakukan FGD bersama dengan kelompok peserta kegiatan disabilitas yang dilakukan oleh WVI. Shanti masih menyelesaikan laporan survey LQAS. 

Senin, 11 Agustus 2025

Pelatihan 1 Relawan bencana kalbar

Shanti berkunjung ke Kalbar pada tanggal 1 – 6 Juli 2025. Pelatihan pertama bagi relawan bencana kalbar dilakukan selama dua hari di Ngarak.
 
Sebelum pelatihan, Shanti mencoba mencari resin epoxy di Pontianak, tetapi hanya menemukan 1 buah toko kimia yang menjualnya, dan hanya bisa membeli minimal 1 kilogram. Jumlah ini sangat banyak dan harganyapun cukup mahal. Akhirnya Shanti memutuskan mencoba resin polyesther untuk pelatihan karena mudah ditemukan di Pontianak dan berharga murah. 
 
Ternyata resin polyesther tidak dapat digunakan untuk rangkaian elektronik karena membuat arus pendek. Sehingga antenna yang dibuat oleh peserta ternyata menjadi korslet dan nilai SWR melonjak tinggi. Ini merupakan pembelajaran untuk Shanti, supaya tidak menggunakan resin polyesther untuk rangkaian elektronik.
 
Pelatihan hari pertama mengajak peserta untuk membuat antena flower pot. Semua peserta berhasil membuat sendiri antenanya, dan mendapatkan nilai SWR <1,5. Tetapi setelah menggunakan resin polyester untuk fiksasi antena, ternyata resin menghasilkan panas yang berlebihan dan  membuat pipa pvc melengkung. Peserta berusaha untuk meluruskan kembali pipa-pipa pvc antenanya.
 
Pada hari kedua, antena yang sudah difiksasi dengan resin polyesther, di tes tembali. Ternyata resin tersebut membuat korslet antena, sehingga nilai SWR langsung melonjak tinggi. Antena-antena tersebut akhirnya tidak dapat dipakai. 
 
Pelatihan dilanjutkan dengan membuat kabel penghubung antara HT dan HP. Semua peserta berhasil menyelesaikan kabelnya masing-masing. Proses dilanjutkan dengan melakukan tes komunikasi dan tes aprsdroid. Semua tes dapat dilakukan dengan baik, termasuk pengiriman dan penerimaan pesan text melalui aprsdroid.
 
Pelatihan berikutnya direncanakan dilakukan pada sekitar bulan November-Desember 2025.
 

Peserta sedang menyolder

Peserta sedang merangkai kabel

Menunggu resin kering

Testing antena



Kamis, 26 Juni 2025

Pembentukan relawan bencana Kalbar

Shanti mencoba beberapa kali menawarkan ke beberapa pihak untuk membentuk kelompok relawan bencana, dan semuanya gagal. Sangat sulit untuk mencari orang-orang yang berminat.

Pada bulan lalu, Shanti mencoba membentuk kelompok relawan bencana di Kalbar. Anggota kelompok ini adalah bekas staf WVI di Pinyuh, dan ternyata ada 10 orang yang tertarik untuk bergabung. Diharapkan kelompok ini akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Kelompok ini akan belajar bersama untuk mempersiapkan sistim informasi yang handal ketika melakukan aktifitas penanggulangan bencana. Inti dari sistim ini adalah penggunaan APRS (Automatic Packet Reporting System) dan komunikasi radio, yang dipadukan dengan software Sartrack

Penggunaan sistim tersebut tidak bisa dikerjakan sendiri, harus bekerja sama dengan pihak - pihak lain di lapangan. Sistim informasi yang terbentuk, akan dapat diakses oleh semua pihak dilapangan. Sistim ini diharapkan dapat melancarkan arus informasi diantara pihak-pihak dilapangan, yang akhirnya dapat mempersingkat waktu untuk merespon kebutuhan dilapangan. 

Kelompok relawan ini akan rutin bertemu dan melatih diri, sehingga semua anggota mampu menjalankan seluruh sistim dengan baik.

Pertemuan pertama akan dilakukan di awal bulan Juli 2025.

Senin, 09 Juni 2025

Proses pembuatan antena Flower Pot

Shanti bulan ini mencoba meneruskan pembuatan antenna flower pot. Setelah dicoba beberapa kali, Shanti menemui kegagalan karena SWR yang didapatkan di kisaran angka 7-8. Ternyata terjadi gangguan pada konektor PL yang menghubungkan antenna dan SWR meter.
 
Setelah konektor ini diganti, nilai SWR menjadi turun. Oleh karena antenna versi pertama sudah di modifikasi berkali-kali, maka ukuran antenna sudah meleset jauh dari seharusnya. Sehingga Shanti membuat versi baru, dan ternyata SWR yang didapatkan dikisaran 1,5. Antena ini memiliki SWR < 1,5 pada frekuensi 141 – 154 MHz.
 
Panjang keseluruhan antenna flower pot ini adalah 117,5cm, dengan bagian atas berupa kawat sepanjang 48,5cm. Panjang antenna ini masih dapat diperpendek dengan memotong bagian bawah pipa pvc yang digunalan.
 
Shanti menggunakan pipa pvc berukuran 5/8 dan ½ inchi sebagai rangka antenna. Pada bagian atas, batas antara kawat dan kabel RG58, shanti menggunakan resin untuk memegang kawat didalam pipa pvc. Sehingga, kawat tidak akan berubah posisi ketika digunakan dilapangan. SWR diperiksa kembali setelah pembuatan antenna selesai dan ditambahkan resin secukupnya, SWR hanya berubah sedikit. Ukuran antenna ini jauh lebih pendek daripada antenna Jpole ataupun Slimjim yang biasa dibuat Shanti. Ketiga antenna ini: Jpole, Slimjim, dan flower pot, adalah antenna ½ lamda, yang artinya tidak membutuhkan ground untuk berfungsi.
 
Ketika dicoba dipakai di ransel, ukuran antenna terasa pas, pengguna dapat berjalan dengan bebas tidak terganggu dengan keberadaan antenna. Ujung antenna yang terbuat dari kawat nitinol berada diatas kepala pengguna. Ujung atas antenna berada sekitar 40-50 cm diatas kepala pengguna. Berat antenna sangat ringan, sehingga tidak memberikan beban tambahan signifikan bagi penggunanya.
 
Oleh karena akan menggunakan kawat nitinol super elastic yang berdiameter 1mm, maka pengguna dapat menerobos dahan-dahan tanpa kuatir dengan antenna. Kawat nitinol akan melengkung sesuai dengan dahan yang diterobos, dan akan lurus kembali setelah melewati rintangan.
 
Penggunaan antenna ini dipastikan jauh lebih baik daripada menggunakan antenna kecil bawaan dari HT. Sehingga jangkauannya juga akan lebih jauh. Untuk stasiun bergerak akan membawa antenna flower pot dilengkapi dengan HT, sehingga dapat berkomunikasi. Untuk pemakaian Sartrack, stasiun bergerak dapat menghubungkan HT dengan Aprsdroid pada HP androidnya.
 
 
 

Menghubungkan HT dan HP android

Antena Flower Pot

Tes antena flower pot dengan ransel



 
 
 
 
 
 
 

Senin, 12 Mei 2025

Usaha untuk memperbaiki tepung superflour (2)

Shanti mencoba cetakan kue sagon dengan tepung ini. Ternyata hasilnya cukup memuaskan.
 
Cara ini dapat dianggap sebagai cara yang paling murah untuk bentuk alternatif tepung superflour. Kekerasan kue bisa diatur, sehingga aman untuk transportasi. Bahan yang dibutuhkan adalah tepung superflour ditambah dengan gula secukupnya. Jumlah perbandingan gula masih harus diuji coba kembali untuk mencari perbandingan yang sesuai.
 
Memang rasa kue bukan menjadi tujuan utama, sehingga Shanti tidak berniat untuk menambahkan bahan-bahan lain untuk memperbaiki rasa. Tujuan utamanya adalah menurunkan harga serendah mungkin, dengan rasa yang dapat diterima anak-anak.
 
Kesulitan utama adalah membuat kue dengan tingkat kekerasan yang sama. Proses ini dilakukan manual, sehingga bergantung pada tekanan tangan yang kita berikan ketika mencetak kue. Sehingga sulit untuk membuat kue yang seragam.
 
Oleh karena itu, bila akan diproduksi dalam jumlah banyak, akan dibutuhkan mesin untuk proses pencetakan kue, supaya seluruh kue mempunyai tingkat kekerasan yang sama.
 
 

Persiapan sebelum dipanggang

Kue sedang dipanggang

Hasil akhir