Pada akhir bulan Oktober, repeater dan recorder yang dibuat oleh Shanti sudah berfungsi dengan baik. Yang harus dilakukan adalah menambahkan beberapa fungsi minor, seperti lampu led yang menunjukkan SDcard sudah hampir penuh, modifikasi supaya dapat merekam suara TX dan RX.
Proses penyelesaian repeater dan recorder ini memakan waktu yang sangat lama karena seluruhnya merupakan proses trial-error. Shanti tidak mempunyai pengetahuan yang cukup, sehingga harus dicoba untuk melihat hasilnya, dan bila error, dicoba dengan cara lain lagi.
Secara singkat berikut perjalanan proses pembuatan repeater dan recorder:
- Pada awanya Shanti mencoba membuat repeater dengan menggunakan arduino nano dan modul ISP1820. Kemampuan modul ISP1820 untuk merekam selama 20 detik dianggap cukup, dan harga modul juga sangat murah. Setelah 1 bulan melakukan trial error, ternyata modul ISP1820 sangat rentan untuk rusak. Sehingga Shanti memutuskan untuk mengganti dengan kombinasi ESP32, SDCard, PCM1808.
- Setelah 1 bulan melakukan proses trial-error dengan ESP32, kombinasi baru ini dapat berfungsi. Dimulai dengan keberhasilan membuat recorder. Repeater lebih rumit karena selain mampu merekam, juga harus mampu melakukan transmit hasil rekaman melalui radio. Shanti masih mencoba menggunakan kemampuan Digital to Analog Converter (DAC) dari ESP32. Ternyata DAC ESP32 ini hanya mampu merubah file audio 8 bit. Dan ternyata karakter file audio 8 bit adalah memiliki suara latar bising/dengung. Gangguan ini tidak bias dihilangkan dengan cara apapun yang dicoba oleh Shanti.
- Bulan berikutnya, Shanti menyerah dan memutuskan tidak menggunakan fitur DAC dari esp32. Shanti menemukan modul MAX98357 yang mampu merubah suara digital menjadi analog MONO, dan berharga murah. Kemampuan Mono sudah cukup untuk digunakan pada radio komunikasi. Setelah proses trial-error, ternyata walaupun spec dari MAX98357 mampu menggunakan listrik 3,3v, ternyata tidak bekerja dengan baik. Setelah dicoba dengan listrik 5volt, MAX98357 akhirnya bekerja dengan baik.
- Masalah berikutnya adalah grounding dari semua peralatan. Ketika HT menggunakan baterainya sendiri, semua peralatan berfungsi dengan baik. Tetapi ketika semua peralatan mengambil listrik dari aki 12 volt yang sama, semua peralatan menjadi tidak berfungsi. Dari hasil pencarian informasi, ditemukan komponen B0505S, yang dapat mengisolasi sumber listrik bagi ESP32 dkk. Ini menyelesaikan masalah grounding.
- Tetapi ketika digunakan, ternyata distorsi frekuensi radio menjadi sangat parah. Ternyata komponen B0505S menyebabkan distorsi ini. Untuk menyelesaikan masalah, Shanti mencoba berbagai hal, dari penggunaaan ferrite, inductor, dll. Akhirnya ditemukan penyelesaiannya, yaitu dengan menggunakan kapasitor elektrolit. Tetapi pada akhirnya, jauh lebih mudah menggunakan ferrite beads yang dipasang pada kabel ke/dari HT.
- Pada akhir bulan Oktober, Shanti sudah merasa yakin repeater dan recorder sudah berfungsi seperti yang diharapkan. Testing dengan menggunakan 1 sumber listrik (aki 12 volt) juga sudah dilakukan dan recorder maupun repeater berfungsi dengan baik.
Berikutnya yang akan dilakukan adalah menambahkan fitur-fitur minor untuk mempermudah penggunaannya dilapangan. Demikian juga kotak untuk rangkaian repeater dan recorder harus dibuat seperti sangkar faraday supaya distorsi frekuensi radio dari luar tidak mengganggu rangkaian dan sebaliknya. Selain itu, Shanti juga menyiapkan gambar schematic dan PCB, sehingga setelah semua proses selesai, dapat dicetak PCB yang sudah sempurna. Hal-hal ini seharusnya tidak terlalu menyita waktu Shanti.
![]() Kotak faraday masih dalam proses pembuatan |
![]() Skema yang dibuat melalui software LibrePCB |
![]() Hasil PCB untuk dicetak bila sudah selesai semuanya |








