Minggu, 04 Februari 2018

Perpisahan

Pada bulan ini, akhirnya Shanti dapat menyelesaikan laporan lengkap GBG dan juga membuat video singkat tentang proses tes GBG.

Pada tanggal 19 Januari 2018, salah satu staf Shanti, Maria, mengundurkan diri karena akan menikah dan pindah keluar pulau. Maria sudah bergabung dengan Shanti selama dua tahun terakhir. Banyak sekali kenangan indah suka dan duka yang tidak akan terlupakan. Pesta Perpisahan diadakan dikantor pada tanggal 19 Januari di kantor Shanti.

Selamat menempuh hidup baru bagi Maria, dan selalu bahagia. Smoga jalan hidup kita bertemu lagi diwaktu yang akan datang.


Bersiap untuk makan siang

Sedang makan es dogger

Es dogger memang enak

Foto bersama
Video singkat proses tes GBG

Selasa, 09 Januari 2018

Menyelesaikan GBG (2)

Pada tanggal 14-16 Desember 2017, Shanti bersama dengan WVI mengadakan pengumpulan data endline untuk program Go Baby Go. Pengumpulan data endline ini dibarengi dengan Home Visit 4 yang dilakukan oleh para kader Go Baby Go. Adapun data yang diambil adalah caregiver survey, brigance, post test dan juga data nutrisi dari semua peserta. Data caregiver survey dan brigance diambil menggunakan aplikasi Epi Info menggunakan Hp Android, post test menggunakan kertas yang harus diisi oleh pengasuh, sedangkan data nutrisi diambil dari data Posyandu di bulan November 2017.

Peserta yang dilibatkan dalam endline ini adalah semua pengasuh utama yang mengikuti baseline ditambah dengan peengasuh yang tidak mengikuti baseline namun mengikuti kelas GBG.

Sebelum pengambilan data endline ini, tim melakukan pertemuan untuk membahas proses jalannya endline, data yang akan dikumpulkan dan juga latihan menggunakan epi info di HP Android untuk mengumpulkan data. Pertemuan ini sekaligus pertemuan terakhir untuk membahas program Go Baby Go di Kantor Shanti.

Setelah proses endline selesai, Presentasi hasil keseluruhan GBG dilakukan pada tanggal 18 Desember 2017 di kantor WVI. Laporan Final akan selesai pada bulan Januari 2018.


Persiapan Endline

Tim akan mulai bekerja di Cilincing

Tim akan mulai bekerja di Semper Barat

Kunjungan kerumah2

Presentasi hasil GBG

Foto bersama kader2

Minggu, 10 Desember 2017

Menyelesaikan GBG

Bulan ini kami masih menyelesaikan pilot test GBG.
Hingga saat laporan ini ditulis, seluruh sesi GBG (10 sesi) sudah selesai dilaksanakan. Shanti masih merapikan berkas-berkas yang harus ditulis pada laporan akhir.
Pengumpulan data endline akan dilakukan pada tanggal 13 – 17 Desember 2017, sementara presentasi hasilnya akan dilakukan pada tanggal 18 Desember 2017. Laporan akhir diperkirakan akan selesai pada akhir bulan desember 2017. Phew.


Kader Posyandu Cilincing sedang beraksi

Kader Posy. Cilincing sedang diskusi

Para Ibu sedang mengerjakan test

Para Kader Posy Semper Barat sedang bekerja

Senin, 06 November 2017

Go Baby Go

Hingga saat laporan ini ditulis, implementasi GBG sudah selesai hingga sesi ke lima. Masih ada lima sesi lain yang akan dilakukan hingga awal bulan Desember 2017. Staf Shanti melakukan monitoring rutin, dengan menghadiri sesi-sesi secara acak dan mengumpulkan formulir monitoring, foto, dan video.

Kunjungan kedua ke rumah-rumah peserta GBG dilakukan pada bulan ini. Tim shanti mengikuti keseluruhan proses. Dari kunjungan ini dikumpulkan informasi tentang kepuasan pengasuh terhadap proses kunjungan, tindakan yang dilakukan oleh kader selama kunjungan, serta foto dan video.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, tim GBG dan kader mendapatkan masukan-masukan untuk meningkatkan kualitas sesi-sesi GBG dikemudian hari. Tim juga dapat mengetahui sejauh mana informasi yang diingat oleh para pengasuh dan apa yang sudah dicoba.





Kamis, 12 Oktober 2017

Penggunaan HP untuk pengumpulan data rutin

Pemberian pelatihan Kobotoolbox ini dilatarbelakangi dari perbincangan Yayasan Shanti dengan teman-teman Bidang Keswan, Sikka di bulan lalu. Drh. Meta menceritakan beberapa kendala yang dihadapi dalam pembuatan laporan, salah satu diantaranya yaitu waktu yang dibutuhkan tenaga lapangan untuk melaporkan data yang terkumpul ke Keswan cukup lama. Sehingga teman-teman Bidang Keswan seringkali tidak dapat membuat laporan ke Provinsi tepat waktu.

Melihat kondisi ini, tim Shanti menawarkan satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu teman-teman Keswan dalam mengambil dan melaporkan data. Kepala Bidang Keswan (drh. Meta) sangat tertarik dan merasa membutuhkan aplikasi ini untuk menunjang kinerja tenaga lapangan. 

Pelatihan diberikan pada tanggal 11-12 September 2017. Dengan berdasarkan formulir-formulir rutin yang dipakai oleh dinas peternakan, Shanti membantu staf dinas peternakan untuk membuat-merubah-dan menggunakan nya di HP Android. Setelah itu, Shanti membantu melatih para petugas lapangan dinas peternakann untuk mengirimkan data. Banyak masukan yang diterima dari mereka, dan aplikasi disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.




Sabtu, 09 September 2017

Testing kendaraan offroad

Bulan ini, Setelah sekian lama memperbaiki kendaraan dan menunggu kesempatan, akhirnya Shanti dapat menguji coba kendaraan di medan offroad. Bersama dengan grup Nissan Patrol, shanti  menuju desa Pelangi di lokasi kawasan Sentul pada tanggal 20 Agustus. Saat ini sedang musim panas, sehingga tingkat kesulitan rendah karena kondisi tanah tidak licin, dan memang kami saat itu memang hanya ingin main-main bukan offroad serius.

Secara umum, Kendaraan berfungsi baik, diluar perkiraan, tetapi beberapa hal masih harus diperbaiki.
Setelah itu, shanti akan mencoba lagi di medan offroad bersama grup nissan patrol, dan berharap mencoba dalam musim hujan. Sehingga tingkat kesulitan lebih tinggi, dan kami bisa menguji kendaraan dengan lebih berat.

Dibawah ini beberapa gambar yang diperoleh.






Kamis, 03 Agustus 2017

Monitoring ke NTT

Pada bulan ini, Shanti melakukan beberapa kegiatan dilapangan. Shanti berkunjung ke beberapa LSM di bali untuk belajar mengenai bank sampah. Pihak-pihak tersebut sangat antusias dalam membantu Shanti. Banyak sekali yang dipelajari dan sangat berguna untuk diperkenalkan didaerah Sikka.

Dengan Bali Wastu Lestari

Dengan Pak Made Bayak

Pak Nyoman, Bank Abukasa

Dg LPD Ketewel

Teman2 Manik Bumi

Dg PPLH

Dg Rumah plastik & PPLB

Tim beristirahat di bukit Hexon
Shanti juga berkunjung ke pulau Palue, untuk melihat perkembangan yang sudah terjadi disana. Terutama adalah perkembangan pemakaian mesin penyaring air laut. Sesuai dengan kondisi terakhir yang diketahui Shanti dari Pak Charles adalah mesin masih digunakan minimal seminggu dua kali. Selama ini mesin belum berfungsi karena masih musim hujan dan ada perubahan permukaan daratan di sekitar Karang Mas (Lokasi pemasangan mesin). Permukaan air laut memang semakin menjauh sekitar 8-9 meter dibandingkan saat pertama kali tim Shanti datang. Namun, saat diukur menggunakan bambu, saat air laut pasang ujung pipa masih terendam 1-1,5 meter. Jadi, mesin seharusnya masih dapat menarik air saat air laut pasang. Terendam sedalam 1 meter sangatlah cukup untuk menyalakan mesin.

Pak Charles sedang mengerjakan penggalian sumur sebagai solusi agar mesin tidak tergantung dari pasang surut air laut. Namun, penggalian belum selesai. Saat ini sedang terhenti, sempat dilakukan penggalian sampai kedalaman lebih dari 2 meter, namun ambruk kembali karena penggalian tidak menggunakan gorong-gorong.

Generator masih berfungsi

Pompa tidak berfungsi
Pompa untuk menarik air laut rusak, menurut Pak Jordi kerusakan baru terjadi seminggu terakhir sebelum tim Shanti datang ke Palue. Saat mesin dinyalakan, mesin pompa sempat menyala sebentar, kemudian mati kembali.Menurut Pak Nurli (teknisi pompa), kemungkinan besar ada kerusakan di dalam mesin. Meskipun pompa terbuat dari plastic, namun gir dan mesin di dalamnya terbuat dari besi, apalagi air yang digunakan adalah air laut. Jika tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama, sangat mungkin besi tersebut berkarat ataupun rusak. Mesin juga tidak bisa terlalu lama dinyalakan karena air di dalam tangki penampungan sudah hampir habis (menurut Pak Nurli kondisi seperti ini dapat dipastikan mesin sudah dalam waktu yang lama tidak digunakan).
Ibu Susi sedang melatih

Shanti sudah berdiskusi dengan pihak-pihak di Palue untuk mencari solusi yang bisa dikerjakan oleh mereka supaya mesin dapat berfungsi kembali.

Pada saat kunjungan ke Palue, Ibu Susi, pemilik Homestay dan Bank sampah di Maumere juga ikut serta. Ibu Susi memberikan pelatihan tentang sampah kepada pihak-pihak di pulau Palue, sekaligus melihat potensi wisata yang dapat diperkenalkan kepada pengunjung Homestay.


Pantai Poa. Dapat merebus telur dari air panas alami

Ibu Susi bermain di Pantai Ona

Pantai Ona dapat dikunjungi dengan perahu

Bukit Salib Poa

Tim sedang bersantai dipantai karang mas

Maria, Ibu Susi, dan Hantu Laut

Senja di Palue

Palue dari kejauhan