![]() |
| Setting yang direkomendasikan |
Senin, 10 Maret 2025
Sistim informasi untuk penanggulangan bencana (1)
Rabu, 08 Januari 2025
Jumat, 13 Desember 2024
Survei LQAS di Lombok Timur
Pada tanggal 03 – 12 November 2024, Shanti melakukan kunjungan ke Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini untuk melakukan pengumpulan data baseline proyek Social and Behavior Change Pilot Testing In Indonesia.
Lokasi proyek SBC pilot testing berada di 6 desa pada area program (AP) Lombok. Enam desa tersebut terletak di 2 kecamatan. Kecamatan Sembalun, terdiri dari Desa Sembalun Lawang, Sembalun Timba Gading, dan Sembalun Bumbung, Kecamatan Pringgabaya terdiri dari Desa Labuhan Lombok, Pohgading Timur dan Tanak Gadang.
Metode survei menggunakan LQAS (Lot Quality Assurance Sampling) untuk mengumpulkan data kuantitatif. Setiap desa akan menjadi area supervisi (SA), dan akan terdapat 19 sampel dari setiap area supervisi.
Kegiatan sudah selesai dilakukan dan saat ini masih dalam tahap penulisan laporan baseline.

Suasana pelatihan
Ketika survey
Ketika survey
Suasana lokasi survey.jpeg)
Tim Survey
Sabtu, 02 November 2024
Hasil penggunaan tepung superflour di dusun Beram
Pada tanggal 12 – 15 Oktober 2024 lalu, Shanti melakukan kunjungan ke Dusun Beram, Desa Amboyo Utara, Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Kunjungan ini karena YPPAP meminta Shanti lagi untuk menyampaikan materi stunting dan mengenalkan tepung super kepada masyarakat di Dusun Beram, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang.
Tujuan kegiatan ini yaitu melalui dialog dan praktik (contoh), kader posyandu dan masyarakat Dusun Beram mau terbuka untuk mencoba bubur bergizi dari tepung super berbahan lokal yang mudah didapatkan, sebagai salah satu solusi untuk pencegahan stunting.
Jumlah masyarakat yang hadir sangat banyak. Acara berlangsung cukup baik walaupun terlambat, pada akhir acara Shanti membagikan tepung untuk 7 orang anak kurang gizi yang berat badannya sulit naik. Tepung tersebut cukup untuk dikonsumsi masing-masing anak selama 2 minggu.
Setelah Shanti kembali dari Kalimantan Barat, Pak Sudikin (Kader Posyandu Beram) menyerahkan tepung super kepada orangtua dari anak – anak Balita BGM dan berat bdan sulit naik. Shanti memberikan 7 kantong tepung, di mana masing – masing kantong berisi 28 bungkus tepung (1 bungkus berisi 45 gr). Tepung tersebut diperuntukkan bagi 7 anak, untuk dikonsumsi selama 14 hari. Jadi, satu bungkus untuk sekali makan dan satu hari 2 kali makan.
Terdapat 5 orangtua yang menerima tepung tersebut, sementara 2 orangtua lainnya tidak tertarik untuk mengambil tepung. Kelima anak tersebut menerima tepung pada tanggal 15 Oktober 2024. Berat badan mereka ditimbang pada hari itu. Seminggu setelah mengonsumsi bubur yaitu pada tanggal 22 Oktober, berat badannya ditimbang. Lalu berat badan ditimbang lagi dua minggu kemudian, pada tanggal 29 Oktober 2024. Perubahan berat badan bisa dilihat dalam tabel berikut :
|
NO |
Nama anak |
Umur (bulan) |
BB sebelum (kg) |
BB Minggu I (kg) |
BB Minggu II (kg) |
|
1 |
Reja Imanuel |
42 |
9.3 |
9.5 |
9.5 |
|
2 |
Septian Yoel |
31 |
9.5 |
9.8 |
10 |
|
3 |
Dwi Eleksia Gabriel |
25 |
10.3 |
10.5 |
10.9 |
|
4 |
Marvin |
19 |
8.2 |
8.5 |
8.3 |
|
5 |
Alvaro Benediktus |
18 |
10.7 |
10.7 |
10.6 |
Berdasarkan data berat badan di atas, 4 dari 5 anak mengalami peningkatan berat badan. Berat badan anak bernama Reja meningkat 200 gr selama 1 minggu, tetapi pada minggu kedua berat badannya tetap.
Pak Sudikin mengatakan anak ini sangat suka dengan bubur dari tepung super. Bahkan, dia meminta 3 kali makan bubur sehari. Akhirnya Pak Sudikin memberikan tambahan tepung pada orang tua Reja. Namun di minggu kedua, Reja sempat demam. Mungkin hal ini yang menyebabkan berat badannya tidak meningkat.
Berat badan anak bernama Septian Yoel meningkat 300 gr pada minggu pertama dan meningkat lagi sebesar 200 gr pada minggu kedua. Jadi, setelah 2 minggu mengonsumsi tepung super, berat badannya meningkat 500 gr.
Berat badan anak bernama Dwi Eleksia Gabriel meningkat sebesar 200 gr pada minggu pertama dan pada minggu kedua meningkat 400 gr. Berat badannya meningkat 600 gr setelah mengonsumsi tepung super selama 2 minggu.
Berat badan anak bernama Marvin meningkat sebesar 300 gr pada minggu pertama, tetapi di minggu kedua terjadi penurunan sebesar 200 gr. Pak Sudikin mengatakan anak ini juga sempat demam pada minggu kedua, yang mungkin menyebabkan berat badannya menurun.
Sementara anak bernama Alvaro Benediktus berat badannya tetap pada minggu pertama dan mengalami penurunan sebesar 100 gr di minggu kedua. Pak Sudikin mengatakan bahwa anak ini memang tidak suka dengan rasa bubur dari tepung super. Sejak minggu pertama tepung diberikan, Alvaro sangat sulit makan bubur.
Orang tua dari anak – anak tersebut memasak tepung dengan menambahkan sedikit air dan gula hingga mengental seperti bubur bayi pada umumnya. Sebelumnya Shanti menyarankan tepung dimasak dengan santan agar menambah nilai gizi bubur. Tetapi mereka mengatakan di Dusun Beram agak sulit memperoleh kelapa atau lebih repot, jadi menggunakan air minum saja.
Selasa, 01 Oktober 2024
Kerjasama untuk memperkenalkan Superflour
Bulan ini, direncanakan akan ada pertemuan di kalbar pada tanggal 14 Oktober 2024 didesa Beram, bersama dengan masyarakat disekitarnya. Pertemuan ini dikoordinasi oleh lsm local. Pada pertemuan ini, Shanti berencana untuk memperkenalkan tepung superflour ini kepada masyarakat.
Tepung tersebut akan diberikan pada anak-anak dengan gizi kurang, yang ibunya berminat untuk mencoba. Sebelum diberi tepung, anak-anak tersebut akan ditimbang berat badannya, dan setiap minggu akan ditimbang ulang.
Sehubungan dengan itu, Shanti mempersiapkan tepung sebanyak 9 kg terdiri dari tepung kacang hijau 3 kg, tepung kedelai 3 kg, dan tepung ubi kuning 3 kg. Ketiga tepung ini dicampur dan dimasukkan kedalam kantung plastic, setiap kantung berisi 45 gram tepung.
Seluruh tepung tersebut dapat digunakan untuk 7 orang anak selama 2 minggu (atau 14 anak selama 1 minggu), setiap hari 1 bungkus sebagai snack pagi, dan 1 bungkus untuk snack sore. Seluruh tepung sudah dikirimkan ke kalbar.
Walaupun begitu, Shanti belum belum dapat memastikan dapat berkunjung ke Kalbar untuk menghadiri pertemuan pada tanggal 14 Oktober 2024, karena masih sibuk menyiapkan survey di daerah Lombok Timur.
Senin, 02 September 2024
Persiapan Survey di Lombok Timur (2)
Pada bulan ini, Shanti sibuk dengan persiapan-persiapan yang diperlukan untuk melakukan survey di Lombok Timur. Dua pertemuan koordinasi dilakukan di tanggal 9 dan 22 Agustus 2024.
Diluar itu, Shanti bekerja sama dengan WVI untuk memilih 6 buah desa yang akan dipakai untuk uji coba modul SBC milik WVI. Kuesioner sudah mulai dibuat, dan telah diperbaharui terus menerus, menyesuaikan dengan rencana WVI. Kuesioner juga sudah mulai dimasukkan kedalam kobocollect. Hingga laporan ini ditulis, perbaikan-perbaikan kuesioner masih berlangsung dan belum final.
Kunjungan ke Lombok Timur
diperkirakan akan dilakukan pada tanggal 8 – 17 Oktober 2024. Walaupun begitu,
rencana ini masih dapat berubah menyesuaikan situasi. Shanti akan disibukkan dengan seluruh kegiatan ini hingga selesai di bulan November 2024.
Selasa, 06 Agustus 2024
Persiapan Survey di Lombok Timur
Pada bulan ini Shanti disibukkan oleh kegiatan untuk mempersiapkan survey dengan metode LQAS di Lombok Timur. Kegiatan ini adalah kerjasama Shanti dengan Wahana Visi Indonesia.
Mereka ingin melakukan pilot testing untuk kesehatan anak, sehingga dibutuhkan pengumpulan data awal dan akhir kegiatan. Kegiatan pengumpulan data awal akan dilakukan sekitar bulan Oktober 2024, dan persiapan-persiapan sedang dilakukan. Kegiatan ini akan memakan cukup banyak waktu, dan diperkirakan akan selesai di bulan November 2024.

