Bulan ini Shanti melatih staf (YD6HAZ) dalam hal pembuatan antenna sederhana.
Berdasarkan pengalaman, antenna Slim Jim, yang merupakan modifikasi dari antenna
Jpole, merupakan antenna yang paling mudah dibuat.
Pipa paralon berukuran ¾ inchi digunakan sebagai batang antenna, kabel
bekas digunakan sebagai antenna. Berdasarkan kalkulator diatas, kabel dipotong
dan dirakit pada pipa paralon. Pada bagian bawah antenna, dibuatkan choke yang
berupa kabel RG58 dililitkan pada pipa paralon sebanyak 7 putaran. Hanya
dibutuhkan waktu yang singkat untuk merakit antenna tersebut.
Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tuning antenna. Dengan
menggunakan SWR meter, dicari lokasi dengan SWR lebih kecil dari 1,5. Setelah
lokasi didapatkan, lalu kabel RG58 disolder pada titik tersebut. Maka proses
pembuatan antenna selesai. Berdasarkan pengalaman, bila choke dibuat setelah
proses tuning, biasanya nilai SWR akan berubah sehingga proses tuning harus
diulang kembali.
Shanti memilih antenna ini karena merupakan antenna ½ lamda sehingga
tidak memerlukan ground plane. Dan juga karena bahan-bahannya mudah didapatkan
dan berharga sangat murah.
Selain itu, Shanti juga
mengganti tiang antenna VHF yang terpasang di lokasi sehingga APRS IGate
(YD0PVI-13) berfungsi kembali. Shanti menggunakan bambu sebagai tiang, sehingga secara
periodik banbu harus diganti ketika menjadi keropos.
Pada tanggal 02 Maret, Shanti
mengunjungi ADEXCO (2ND Asia
Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference). ADEXCO
merupakan pameran internasional yang menghubungkan perusahaan, pemerintah dan
pemangku kepentingan (stakeholders)
untuk menampilkan kepemimpinan, keahlian dan produk mereka di dalam manajemen
bencana.
Pameran kali ini menampilkan banyak
hal dari beberapa Negara. Shanti mengunjungi stand BMKG dan mendapatkan souvenir
berupa 2 buku yang dapat diambil setiap pengunjung. Yang pertama merupakan buku
saku One Obsevation Policy (Kebijakan
Satu Pengamatan) Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Buku ini merupakan
informasi dan pengenalan tentang kebijakan bagi Lembaga, Badan Hukum, pemda,
pihak swasta maupun masyarakat yang melakukan pengamatan MKG. BMKG menetapkan
standardisasi pelaksanaan pengamatan MKG secara nasional meliputi standar
pengamatan, metadata, peralatan, pemeliharaan peralatan dan kalibrasi menuju
standar Internasional WIGOS.
Buku yang kedua berupa komik dengan
judul Kabut Asap Mencemari Kualitas Udara. Komik ini merupakan edukasi yang
sederhana dan mudah dipahami tentang kualitas udara. Pembaca dikenalkan dengan
lokasi-lokasi di Indonesia yang mudah mengalami kebakaran lahan serta kondisi
lingkungan saat terjadi kebakaran hutan Riau. Pembaca juga diajak untuk mencari
informasi yang benar serta menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup
manusia.
Shanti sangat tertarik dengan stand wateroam (ROAMfilterTM) dari Singapura. Menampilkan alat penyaring
(filter) air dengan 3 tipe. Yang pertama ROAMfilterTM Solo (air
filter personal) untuk kemping, dapat dipasang ke botol atau ember dan tidak
menggunakan listrik. Kapasitas produksi air mencapai 60 liter per jam dan
jangka penggunaan hingga 10.000 liter atau 2 tahun tergantung kualitas air.
Tipe kedua ROAMfilterTM Mini 2 untuk keluarga,
memiliki kapasitas produksi air bersih mencapai 150 liter per jam untuk pompa
manual dan 300 liter per jam untuk pompa otomatis. Jangka penggunaan hingga
500.000 liter. Tipe ketiga ROAMfilterTM Plus 2, dengan kapasitas
produksi air bersih mencapai 300 liter per jam untuk pompa manual dan 500 liter
per jam untuk pompa otomatis. Jangka penggunaan hingga 1 juta liter air. Pompa
ini efisien digunakan dalam keadaan bencana, di mana biasanya sulit menemukan
air bersih.
Semua produk Water roam mudah untuk dibawa karena berukuran relatif kecil, dan mudah digunakan pada kegiatan penanggulangan bencana karena tidak membutuhkan listrik. Ketika filter kotor, aliran air dapat dibalik untuk membersihkan filter. Dan ketika aliran balik sudah mengecil, maka filter harus diganti.
Awal tahun ini Shanti menerima permintaan untuk
memberikan pelatihan penggunaan Raspberry pi. Lokasi pelatihan adalah di desa Nangkakajan / Nangka Kayan, kecamatan Nanga Pinoh, Kalbar. Lokasi ini
ternyata jauh dari kota Pontianak maupun kecamatan Ngarak yang biasanya
didatangi oleh Shanti. Masih memerlukan sekitar 8 – 9 jam perjalanan dari
Kecamatan Ngarak.
Shanti memutuskan untuk tidak mengunjungi lokasi
tersebut karena terlalu jauh dan akan membutuhkan waktu dan biaya yang cukup
besar. Walaupun begitu, proses pelatihan ini masih dapat dilakukan secara
online.
Shanti sudah mencoba melakukan penilaian tentang kualitas jaringan
internet dilokasi tersebut, dan kelihatannya cukup baik, sehingga pelatihan
secara online masih memungkinkan. Materi pelatihan dapat dikirimkan melalui
whatsapp ataupun email. Hingga laporan ini ditulis, Shanti masih menyiapkan
materi dan berkoordinasi dengan pihak dilapangan.
Pada bulan ini Shanti berkunjung kembali ke Kalbar pada tanggal 04-10 Desember 2022 dengan tetap
menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Kunjungan ini masih lanjutan dari kunjungan
sebelumnya, yang merupakan hasil kerja sama antara Shanti dengan Yayasan IP3
selama beberapa tahun terakhir. Kegiatan kali ini implementasi dari rencana
Yayasan IP3 untuk membantu beberapa pihak di pedalaman di Kabupaten Landak
Kalimantan Barat supaya memiliki lampu tenaga surya.
Shanti juga sempat berkunjung ke desa Pangklalan Durian untuk memeriksa sistim yang dipasang beberapa bulan lalu. Ternyata sistim sudah tidak berfungsi selama 3 minggu terakhir karena aki VRLA yang digunakan sudah rusak sehingga harus diganti. Mereka yang akan mengganti aki tersebut. Diperkirakan mereka menggunakan inverter yang dihubungkan langsung ke aki, dan digunakan hingga aki habis.
Shanti juga memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi anak-anak asuh disebuah panti asuhan di kota Mandor, untuk menggunakan
komputer Raspberry Pi dan software LibreOffice.
Pada kunjungan
yang sama, Shanti juga meninjau sistim listrik tenaga surya yang dahulu
dipasang di Rumah Pelangi, serta mengajarkan cara pemasangan roda Pelton
untuk listrik tenaga air. Pada kunjungan ini, Shanti baru mengetahui bila Rumah Pelangi juga sudah memasang sistim listrik tenaga surya baru yang berkapasitas 11.000 WH atas usaha sendiri. Ketika dikunjungi, sistim ini baru berfungsi sekitar 1 minggu lalu.
Pemasangan panel di Padacing
Pemeriksaan panel di Pangkalan Durian
Mengajarkan Raspberry Pi pada anak panti asuhan
Lokasi panel baru 11.000 watt di Rumah Pelangi
Instalasi sistim baru di Rumah Pelangi
Mengajarkan pemasangan kincir pelton di Rumah Pelangi
Bulan Oktober ini Shanti sepenuhnya menyelesaikan penulisan laporan penelitian di Timor Leste. Analisa dan penulisan laporan ternyata
membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraan. Satu bulan penuh digunakan,
dan ketika laporan ini ditulis, laporan baseline survey sudah hampir selesai.
Masih dibutuhkan beberapa hari lagi untuk menyelesaikannya. Dan bila sudah
disetujui, maka selesailah pekerjaan ini.
Diluar itu, Shanti juga menyiapkan rencana perjalanan ke Kalimantan Barat. Direncanakan Shanti akan memberikan pelatihan
pada tanggal 5 – 7 Desember 2022. Direncanakan akan ada dua buah
pelatihan, yang pertama adalah untuk memasang
perangkat solar panel yang sudah dibeli oleh Yayasan IP3 untuk dipasang di rumah-rumah ditempat terpencil. Yang kedua
adalah pelatihan bagi anak-anak panti untuk menggunakan raspberry pi. Persiapan
– persiapan mulai dilakukan pada bulan ini.
Calon lokasi listrik tenaga air
Shanti juga berencana untuk meneruskan ide listrik
tenaga air di lokasi ini. Untuk tahap pertama, Shanti membeli Pelton wheel
untuk diserahkan ke Rumah Pelangi dan dipasang. Apabila tidak ada masalah,
Shanti akan meneruskan dengan pemasangan altenator dan menyelesaikan
rangkaiannya dikemudian hari.
Seluruh bulan September digunakan untuk
kegiatan-kegiatan melakukan pengumpulan data di Timor Leste untuk kepentingan
Baseline LSM lain.
Penelitian ini menggunakan desain metode
kualitatif dan kuantitatif. Komponen kualitatif terdiri dari wawancara informan
kunci (KII) dan Focus Group Discussions
(FGD) serta kalender musiman menggunakan teknik Participatory Learning and Action (PLA). Pengumpulan data
kuantitatif menggunakan kuesioner rumah tangga yang diadaptasi dari Rapid CATCH KPC Survey.
Pengumpulan data pada tanggal 14 – 25 September sudah
selesai, dan saat ini Shanti masih melakukan analisa dan menulis laporan
lengkap. Diperkirakan seluruh kegiatan akan selesai pada akhir bulan Oktober.