Kamis, 08 Oktober 2026

Pembuatan repeater simplex sederhana & dan perekam digital (4)

Shanti sudah berhasil membuat alat perekam percakapan radio dengan menggunakan gabungan ESP32 – PCM1808 – DS1302 – minisdcard. Esp32 berguna sebagai mikro kontroler yang mengatur semua proses, PCM1808 merupakan ADC (Analog to Digital Converter) yang menerima suara analog dari HT dan merubahnya menjadi digital, DS1302 sebagai penunjuk waktu, dan miniSDcard untuk merekam suara.

Pada awalnya proses tidak berlangsung mulus, karena walaupun coding program sudah benar, tetapi HT mendapatkan gangguan sinyal dan merusak seluruh proses perekaman. Setelah berkutat cukup lama, ternyata dengan membatasi perangkat menggunakan nampan besi, gangguan tersebut hilang. Artinya perangkat tersebut mengeluarkan frekuensi radio yang mengganggu fungsi HT. Nampan besi tersebut menghalangi frekuensi untuk mencapai HT.

Sementara itu, untuk repeater, Shanti menggunakan gabungan Arduino nano – ISD1820. Walaupun sudah berfungsi, tetapi ketika dicoba berulang-ulang untuk memastikan, ternyata modul ISD1820 rusak. Shanti sudah merusakkan sekitar 5 modul ISD1820 ini. Akhirnya diputuskan untuk mengganti peralatan dengan menggunakan ESP32 – PCM1820 – mini SDcard sebagai repeater. Shanti tidak yakin bila tetap menggunakan modul ISD1820, modul ini kelihatannya rawan rusak, dan ditakutkan tiba-tiba rusak ketika sedang dipakai dalam situasi bencana.

Keuntungan lain dengan menggunakan peralatan baru ini, sistim repeater ini mampu, misalnya setiap jam bila tidak ada komunikasi masuk, mengeluarkan pesan suara yang sudah disimpan. Pesan suara ini biasanya berupa pengumuman singkat tentang keberadaan repeater dan cara menggunakannya. Sehingga ketika dalam situasi bencana, pengguna radio dari organisasi lain dapat juga mengetahui keberadaan dan cara penggunaan repeater, dan menjangkau jarak komunikasi radio lebih jauh. Selain itu, lama percakapan yang bias direkam menjadi sangat fleksibel, dapat diatur sendiri, dibandingkan dengan menggunakan modul ISD1820 yang maksimum hanya dapat merekam selama 20 detik.

Pada bulan September, Shanti mencoba menggunakan ESP32 DevkitC yang memiliki pin GPIO0 terpisah, tetapi ternyata modul ini mengeluarkan distorsi frekuensi radio yang sangat besar sehingga mengganggu fungsi HT walaupun sudah dibatasi dengan nampan besi. Akhirnya Shanti kembali menggunakan ESP32 Wroom, modul ini tidak mengeluarkan distorsi yang parah, tetapi tidak ada pin gpio0, Shanti harus langsung menyolder pada salah satu pin untuk tombol boot. Dalam perjalanannya, pin ini akhirnya lepas, sehingga Shanti harus menyolder langsung pada salah satu pin pada Chip esp32.

Pada awal bulan oktober, Shanti berhasil merangkai repeater dengan menggunakan ESP32 Wroom, PCM1808, sdcard, dan max 98357. Setelah mencoba dengan berbagai cara, ternyata fitur DAC (digital to analog converter) bawaan dari ESP32 hanya dapat mengubah suara dengan 8 bit. Suara dengan kualitas ini terdengar cukup bagus tetapi terdengar juga desis yang mengganggu. Dan ternyata ini adalah ciri dari rekaman suara 8bit.

Akhirnya Shanti menemukan modul murah Max98357 yang merupakan converter digital to analog dengan kemampuan mono, bukan stereo. Untuk digunakan dengan HT, kemampuan mono sudah cukup karena HT tidak menggunakan suara stereo. Sehingga suara analog dari HT akan diubah menjadi digital oleh modul pcm1808 dan direkam oleh esp32 kedalam sdcard. Rekaman digital ini oleh esp32 akan dikirimkan kembali ke HT untuk dipancarkan, melalui modul Max 98357.

Shanti mengalami kesulitan ketika menggunakan rangkaian repeater terdahulu yang menggunakan isd1820. Rangkaian ini sudah berfungsi, tetapi menjadi kacau ketika menggunakan 1 buah aki untuk sumber listrik seluruh rangkaian. Ternyata masalah utamanya adalah karena grounding semua peralatan menjadi satu. 

Kali ini, Shanti menggunakan transformer audio 1:1 untuk memisahkan grounding HT dan rangkaian lainnya. Dengan transformer ini, kedua grounding tidak langsung bergabung karena melalui transformer. 

Listrik untuk rangkaian repeater juga akan dipisahkan dengan listrik HT dengan menggunakan B0505S, sebuah transformer kecil untuk memisahkan listrik dari aki dengan listrik untuk rangkaian komponen. Dengan menggunakan transformer ini, kutup positif dan negative antara aki dan komponen-komponen tidak saling menyentuh. Sehingga seakan-akan listrik untuk HT dan komponen terpisah, diharapkan tidak mengganggu grounding kedua sistim tersebut.

Ketika laporan ini ditulis, Shanti belum melakukan tes dengan menggunakan 1 buah aki untuk sumber listrik gabungan seluruh rangkaian. Selain itu, Shanti juga belajar membuat skema elektronik yang nantinya dibutuhkan bila semua sudah selesai dan ingin dibuatkan pcb tersendiri. Shanti mencoba berbagai macam freeware (Kicad, digikey scheme it, fritzing, easyeda), tetapi masih belum dapat menggunakannya dengan baik.

Walaupun sudah berfungsi, tetapi rangkaian repeater ini masih harus dirapihkan lagi. 

 


Rangkaian repeater sederhana, tampak atas

Tampak bawah, masih kacau