Rabu, 02 Maret 2022

Rencana uji coba kompor berbahan bakar alternatif

Pada bulan Februari 2022, Shanti belum ke lapangan. Tetapi melakukan persiapan untuk pelatihan pada bulan Maret 2022.

Pada bulan ini, Shanti mendapatkan informasi tentang penggunaan kompor dengan bahan bakar alternatif. Ternyata sudah cukup banyak dijual oleh berbagai pihak, walaupun begitu, model yang tersedia menggunakan blower yang membutuhkan listrik. Model seperti ini tidak cocok untuk digunakan di desa-desa yang mungkin belum mempunyai listrik.


Shanti ingin melakukan uji coba kompor dengan model yang berbeda.
Kompor jenis ini sebetulnya dahulu banyak dipakai ketika minyak tanah mudah ditemukan. Seiring dengan waktu, minyak tanah sulit ditemukan, dan kompor ini tidak digunakan lagi. Lalu diganti dengan kompor gas. Shanti tertarik untuk mencoba karena kompor ini tidak membutuhkan listrik dan tidak sulit untuk dibuat.

Shanti ingin menguji coba kompor tersebut dengan menggunakan bahan bakar minyak goreng bekas dan oli bekas dari kendaraan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan minyak jarak, yang bisa dibuat dari biji pohon jarak. 

Kompor sudah dibeli, saat ini Shanti sedang mengumpulkan minyak goreng bekas. Shanti akan mulai melakukan uji coba pada bulan Maret - April 2022. Seandainya kompor berhasil digunakan, sistim ini dapat menolong mengurangi beban masyarakat karena dapat menjadi alternatif pengganti kompor gas.

 

Kamis, 10 Februari 2022

Pelatihan penggunaan GPIO Raspberry Pi

Pada tanggal 29-30 Januari 2022, Shanti mengikuti pelatihan Raspberry di Yogyakarta. Pelatihan ini lebih spesifik tentang penggunaan pin-pin GPIO pada Raspberry. Shanti ingin belajar tentang cara memanfaatkan pin-pin GPIO, pengaturan melalui raspberry, dan melihat kemungkinan-kemungkinan penggunaannya dilapangan.

Pin – pin GPIO ini dapat dihubungkan dengan alat lain, misalnya sensor atau motor, sehingga fungsinya dapat diatur melalui Raspberry. Fungsi ini dapat digunakan, misalnya, untuk sensor gempa atau curah hujan ataupun longsor ataupun untuk hal lain, tergantung pada sensor atau motor yang digunakan. Pengaturan pin GPIO ini dilakukan dengan script python, Shanti juga belajar cara programming dengan python. 

Pada Pelatihan ini, Shanti belajar cara menghubungkan raspberry pi dengan peralatan lain, seperti motor, lampu, sensor, dll. Peralatan – peralatan yang dapat dihubungkan adalah yang sering dipakai pada arduino. Banyak sekali jenis peralatan yang dapat digunakan. Penjelasan tentang contoh script python dapat ditemukan melalui internet, sehingga Shanti tidak akan kesulitan untuk berkreasi.

Berdasarkan pelatihan ini, Shanti dapat menggunakan pengetahuan dan ketrampilan baru sesuai kebutuhan dilapangan, misalnya:

  • Untuk daerah rawan banjir, Shanti dapat membuat sistim peringatan dini dengan menggunakan sensor curah hujan atau tinggi permukaan air sungai
  • Untuk daerah rawan longsor, Shanti dapat membuat sistim peringatan dini dengan menggunakan sensor ekstensometer yang dapat mengukur arah dan pergerakan tanah. 

Pengiriman informasi dapat melalui internet, SMS, ataupun radio komunikasi. Untuk sistim yang sederhana, raspberry pi zero sangat dimungkinkan karena sangat murah dan berukuran sangat kecil. Harga-harga sensor juga tidak mahal (walaupun ada yang berharga mahal), yang sulit adalah bagaimana caranya supaya peralatan-peralatan tersebut dirawat dengan baik dan tidak dicuri.


Ukuran raspberry pi zero
yang sangat kecil

Relay yang bisa digunakan
untuk mematikan/
menghidupkan peralatan lain

Pembuatan script python

Script python yang sedang dijalankan

Raspberry pi dihubungkan dengan
sensor suhu

Data dari sensor suhu

Senin, 03 Januari 2022

Pembuatan kincir air (2)

Pada bulan Desember 2021, kincir air sudah di tes di sungai, ditempat kincir tersebut akan dipasang. Ketika di tes, putaran kincir air tidak bisa dihentikan, yang berarti daya dorong air cukup kuat, debit air sudah cukup kuat untuk memutar kincir.

Walaupun begitu, kecepatan putaran kincir terlihat masih lebih lambat daripada kecepatan air mengalir. Oleh karena itu, kipas/dayung kincir tersebut akan dimodifikasi menjadi seperti mangkuk. Dengan harapan, dapat memaksimalkan daya dorong air dan mengurangi tahanan dibelakang kipas/dayung, sehingga putaran kincir menjadi lebih cepat.

Diperkirakan, walaupun putaran kincir dapat dimaksimalkan, aliran sungai tidak secepat yang diharapkan. Dibutuhkan putaran minimal 600rpm untuk memutar altenator dengan daya sekitar 600 watt. Atau 2.800 rpm untuk memutar altenator yang lebih besar.

Sehingga, diperkirakan akan membutuhkan susunan 3-4 pulley supaya didapatkan kecepatan yang diinginkan. Susunan pulley ini juga pasti akan menimbulkan kesulitan baru, terutama untuk menemukan pulley berdiameter besar beserta tali vanbeltnya yang cukup panjang.

Saat ini, modifikasi dayung/kipas kincir air masih dalam proses modifikasi. Setelah selesai, dan sudah diukur kecepatannya, barulah kita berpikir untuk menyelesaikan masalah-masalah berikutnya. 😋 

Pengalaman ini sangat berharga karena kita semua menjadi lebih mengerti tentang pembuatan kincir air. Kita juga mengerti bahwa sungai yang tidak terlalu deras masih bisa dipakai untuk menghasilkan listrik. Kita harus bisa beradaptasi dengan situasi setempat yang mungkin kurang ideal, dan harus berpikir supaya bisa digunakan secara maksimal.

 




Rabu, 08 Desember 2021

Pembuatan kincir air

Setelah Shanti memberikan pelatihan pada bulan lalu, peserta pelatihan ada yang memulai membuat kincir air untuk digunakan pada sistim listrik tenaga air mini.

Proses pembuatan sudah dimulai, dan kincir air yang dibuat sudah selesai. Walaupun begitu, ketika laporan ini ditulis, dudukan kincir air masih belum selesai, sehingga masih belum dilakukan uji coba. Bila dudukan sudah selesai, maka ujicoba dapat dilakukan, dan dapat diketahui diameter pulley yang dibutuhkan beserta keseluruhan pemasangan alatnya.


Dimulai dengan 2 buah velg sepeda motor bekas

Kedua velg dilas menjadi satu kesatuan

Setelah itu kaki-kaki dilas ke velg speda motor

Kincir air sudah mulai terbentuk

Pemasangan kipas pada kincir air

Kincir air sudah selesai

Senin, 08 November 2021

Kunjungan ke Kalbar Oktober 2021

Pada tanggal 10 - 15 Oktober 2021, Shanti berkunjung ke Kalimantan Barat. Dua aktivitas dikerjakan pada kunjungan ini.

Bekerjasama dengan Yayasan IP3, Shanti memberikan pelatihan pada tanggal 11 – 13 Oktober 2021 di Ngarak, Kalimantan Barat. Pelatihan dilakukan di lokasi Yayasan IP3.

Pada hari pertama, peserta diajak memeriksa sistim lampu tenaga matahari yang dahulu dipasang oleh peserta pelatihan sebelumnya. Sistim lampu ini sudah tidak berfungsi lagi. Setelah diperiksa, ternyata lampu-lampu yang terpasang dan aki yang digunakan sudah rusak, Maka bersama peserta pelatihan, aki diganti dengan aki VRLA 12v 12AH, lampu-lampu diganti dengan yang baru, boks panel diganti dengan yang lebih besar supaya aki yang baru dapat masuk kedalam boks panel. Panel surya masih berfungsi walaupun alasnya yang terbuat dari triplek yang dicat dengan aquaproof sudah mulai lapuk.

Pada hari kedua dan ketiga peserta diajak melakukan modifikasi pada dua buah altenator bekas mobil. Karena keterbatasan waktu, kami hanya dapat menyelesaikan modifikasi pada satu altenator. Sayangnya, ketika di tes, hasil modifikasi tersebut tidak mengeluarkan arus listrik. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain karena terdapat kerusakan pada alternator tersebut sebelum dimodifikasi atau magnet yang digunakan terlalu kecil.

Pada hari terakhir, dilakukan simulasi dengan menggunakan altenator yang dibawa oleh Shanti, yang sudah dimodifikasi. Simulasi berlangsung lancar, altenator menghasilkan listrik, dan melalui inverter dapat menyalakan lampu. Akhirnya, semua altenator dibawa oleh pak Thomas untuk diperiksa oleh pak Singgol, dan semoga dapat dicari masalahnya. 

Pak Thomas akan membuat kincir air, dan bila sudah selesai akan dihubungkan dengan altenator yang sudah dimodifikasi. Hingga laporan ini ditulis, proses pembuatan kincir air masih berlangsung.

Pada tanggal 14 Oktober 2021, Shanti berkunjung ke Rumah Pelangi untuk memeriksa sistim listrik tenaga surya yang terpasang. Shanti memasang sistim ini pada tanggal 19-25 Oktober 2020.

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, ternyata tidak ada masalah yang ditemukan. Semua sistim berjalan dengan baik. Dua buah aki VRLA 12v 200AH sudah dibeli dan dipasang sendiri oleh Rumah Pelangi, sehingga kapasitas keseluruhan sistim menjadi 24v x 200AH x 2 set = 9.600 WH. Sebuah sistim yang cukup besar, dan Shanti sangat senang karena sudah berfungsi selama setahun penuh tanpa gangguan.

 


Peserta sedang memeriksa lampu solar panel

Peserta sedang mengganti aki dan boks panel

Lampu sudah berfungsi malam hari

Peserta sedang menyiapkan simulasi listrik tenaga air

Simulasi listrik tenaga air berhasil, mampu menyalakan lampu

Peserta pelatihan

kincir air sedang dibuat oleh pak Tomas

Kamis, 07 Oktober 2021

Bersiap untuk memulai kelapangan

Bulan ini Kasus Covid-19 mulai menurun, sehingga Shanti mulai bersiap-siap untuk bekerja dilapangan kembali. Shanti kembali berkoordinasi dengan pihak-pihak dilapangan, bulan ini kami melakukan persiapan untuk memberikan pelatihan tentang listrik tenaga air di Ngarak, kecamatan Mandor, Kalimantan Barat. Lebih spesifik, pelatihan ini adalah tentang cara mengubah altenator kendaraan roda empat untuk digunakan pada sistim listrik tenaga air.

Kunjungan kali ini juga akan menunjukkan cara memperbaiki lampu dengan panel suryanya, yang kita pasang tahun lalu. Serta juga akan meninjau sistim listrik tenaga matahari di Rumah Pelangi.

Bulan ini kami juga kehilangan seekor binatang peliharaan. Kemungkinan besar ketika malam hari, si item berjalan-jalan diluar kantor, dan bertemu dengan orang yang suka dengan kucing. Karena diduga kucing liar, maka diambil untuk dipelihara. Kami sedih karena si item sudah kami pelihara selama dua bulan dan sudah menjadi bagian dari hidup kami. Semoga si item hidupnya lebih baik. Paling tidak, sudah terlindungi dari virus-virus selama satu tahun kedepan. Walaupunn begitu, apabila kami pergi ke lokasi yang dekat-dekat, kami selalu melihat-lihat sekeliling, berharap bertemu kembali dengan si item.

Semoga kasus Covid-19 dapat terkontrol dan tidak melonjak kembali, sehingga kita semua dapat beraktivitas seperti dahulu.



Mengenang si item

Si item ditempat tidur kesukaannya



Rabu, 08 September 2021

Pengalaman pertama memelihara kucing

Seperti diketahui, Shanti mempunyai tiga ekor kucing yang dipelihara dikantor. Kucing-kucing ini datang ke kantor ketika masih kecil dan tidak dapat mencari makanan sendiri. Sehingga akhirnya dipelihara daripada mati kelaparan.

Dua dari kucing tersebut sudah disterilisasi. Bulan ini, satu ekor kucing dikirim ke pet shop untuk sterilisasi. Kami mengira kucing ini adalah kucing betina. Ternyata pet shop memberitahukan bahwa kucing ini adalah jantan dan sudah disterilisasi, sehingga dikirim kembali setelah menginap 2 malam.

Bulan ini ada seekor anak kucing baru yang masuk kekantor, dalam kondisi pilek berat disertai sesak nafas dan kurus kurang gizi. Akhirnya dipelihara dikantor, dan seminggu pertama harus diberi antibiotika. Karena tidak bisa makan sendiri, akhirnya harus diberi makan dengan menggunakan spuit. Setelah sembuh dari sakit, kucing ini sudah bisa makan sendiri.

Shanti membawa keempat ekor kucing ke dokter hewan untuk vaksinasi. Pada saat laporan ini ditulis, semua kucing sudah divaksinasi untuk beberapa jenis virus yang menyebabkan pilek. Bulan depan semua divaksinasi lagi untuk rabies. Semoga semuanya tetap sehat.

Kami masih harus banyak belajar tentang cara memelihara kucing. Bahkan kami masih salah mendeteksi jenis kelamin kucing. Kami juga belajar bahwa ternyata kucing-kucing sangat rentan terhadap penyakit, dan mudah tertular penyakit dari kucing lain. 


Dua ekor kucing pertama kami
Setelah dipelihara sekitar 6 bulan

Lalu datang kucing kuning jantan

Kucing terakhir yang datang
dalam kondisi yang kurang baik