Kamis, 05 Mei 2022

Percobaan kompor oli bekas

Shanti mendapatkan ide untuk mencoba menggunakan oli bekas dan minyak jelantah untuk menjadi bahan bakar kompor rumah tangga. Ide ini tercetus karena harga bahan bakar, termasuk gas elpiji, merangkan naik. Sementara didaerah terpencil, mencari gas elpiji ukuran 3kg juga tidak mudah.

Sebetulnya sudah banyak dijual kompor yang didesain untuk menggunakan oli bekas. Tetapi semuanya menggunakan blower yang menggunakan tenaga listrik. Dan listrik tidak selalu tersedia didaerah terpencil. Hal ini yang menjadi dasar Shanti mencoba menggunakan kompor semawar.

Lalu bulan ini, Shanti mulai melakukan percobaan-percobaan. Kompor yang ingin digunakan adalah kompor semawar. Kompor ini mempunyai spuyer untuk menyalurkan bahan bakar. Sehingga oli bekas harus disaring terlebih dahulu supaya tidak menyumbat spuyer.

Menyaring oli bekas ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena sudah tercampur dengan berbagai zat pengotor.

Setelah melakukan percobaan-percobaan, Shanti belajar tentang cara menyaring oli bekas. Penyaringan ini harus dilakukan bertahap:

  • Oli bekas harus diendapkan terlebih dahulu karena banyak terdapat kotoran kotoran. Caranya adalah dengan menggunakan ember bekas cat atau drum plastic biru. Kira-kira 20cm dari dasarnya, diberi kran. Pada bagian dasar ember/drum, dibagian bawahnya diberikan magnet secukupnya untuk mengendapkan partikel logam. 
  • Setelah diendapkan semalaman, kran dibuka dan oli yang keluar baru disaring. Penyaringan dapat menggunakan saringan kertas. Walaupun begitu, saringan kertas ini akan cepat tersumbat, sehingga harus diganti. Untuk menyaring sekitar 1 liter oli kayu bekas, Shanti harus mengganti saringan kertas beberapa kali.

Setelah itu, oli bekas sudah cukup bersih untuk digunakan pada kompor semawar. Setelah dicoba pada kompor, sayangnya tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Oli memang dapat keluar melalui spuyer, tetapi api yang dihasilkan menyerupai api dari kayu bakar. Api tidak menyemprot seperti menggunakan minyak tanah. Bila ditiup atau menggunakan kipas, maka api dari oli bekas akan membesar. Hal ini menyerupai api yang dihasilkan  oleh tungku pembakaran yang menggunakan kayu bakar. 

Tantangan lain yang muncul adalah bagaimana cara mematikan api karena walaupun kran spuyer sudah ditutup dan tidak ada oli bekas yang keluar, sisa oli masih terbakar. Bila ditiup, api akan membesar. Jelas tidak bisa disiram dengan air, karena oli bekas yang terbakar akan makin meluas. Api akhirnya mati sendiri ketika oli sudah habis. Apabila menggunakan tungku/anglo, maka harus dibuatkan tutup pada bagian atas dan bawah, sehingga udara/oksigen menjadi sedikit dan api akan mati.

Kesimpulan dari percobaan-percobaan ini adalah sebagai berikut:

  1. Penyaringan oli bekas harus dilakukan bertahap karena kandungan kotorannya tidak terduga.
  2. Oli bekas memang bisa digunakan sebagai bahan bakar.
  3. Kompor semawar tidak bisa digunakan langsung dengan bahan bakar oli bekas.
  4. Api yang dihasilkan dari oli bekas menyerupai api dari kayu bakar. Yang bila ditiup/kipas, api juga akan membesar.

Kemungkinan yang bisa dilakukan:
  1. Shanti masih menunggu hingga mendapat minyak jelantah sekitar 1 liter untuk dicoba di kompor semawar. Kemungkinan minyak jelantah akan berbeda dengan oli bekas.
  2. Oli bekas mungkin bisa digunakan pada anglo besi. Oleh karena api yang terbentuk menyerupai dengan kayu bakar, mungkin bisa digunakan pada tungku ini. Shanti akan membeli sebuah dan mencobanya,  berharap bisa berfungsi seperti tungku roket karena api akan membesar bila ditiup/kipas. 
  3. Oli bekas mungkin bisa disuling menjadi bahan bakar yang lebih baik. Shanti sudah memiliki alat sulingnya, yang dahulu dicoba untuk merubah sampah plastic menjadi bensin dan minyak tanah, tetapi ide ini disimpan dahulu untuk kemudian hari.

 

 

Minggu, 10 April 2022

Kunjungan ke Kalimantan Barat

Pada tanggal 6 – 11 Maret 2022 Shanti berkunjung ke Kalimantan Barat untuk memberikan pelatihan tentang listrik tenaga surya. Kunjungan ini tidak terlepas dari kunjungan – kunjungan sebelumnya. 

Tujuan kunjungan kali ini adalah untuk: 

  • Memperbaiki panel yang dahulu dipasang di kebun yayasan IP3. Sekaligus memberikan pelatihan cara menyolder solar sel.
  • Memasang 1 set sistim solar panel yang dibeli oleh yayasan IP3 di pangkalan durian.
  • Meninjau kincir air yang dibuat di Ngabang, dan memberikan rekomendasi perbaikan yang dibutuhkan.

Kegiatan berlangsung baik walaupun ada kegiatan yang lebih lama dari perkiraan. Pada akhirnya seluruh kegiatan selesai dengan baik. Lampu yang dipasang di desa Pangkalan Durian dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya bahwa, bila dilakukan dengan benar, lampu tenaga surya dapat bersinar terang melampaui yang saat ini ada di rumah-rumah masyarakat. Laporan lengkap terlampir.

Setelah kunjungan selesai, Shanti mendapatkan informasi bahwa sebagian peserta pelatihan mendapatkan proyek untuk memasang listrik tenaga surya di 50 buah rumah. Proyek ini didapatkan dari LSM lain yang cukup besar. Shanti senang karena peserta pelatihan dapat melakukannya dengan baik. Dan sudah mulai muncul ide dari peserta pelatihan untuk membuat CV (Commanditaire Vennotschaap/badan usaha) sendiri.

Kunjungan kali ini sempat diliput oleh media informasi, karena ada sesi diskusi dengan anggota DPD kabupaten Landak. Liputan bisa dilihat disini .

 

<

Pembukaan acara

Peserta menyolder solar sel

Setelah panel selesai,
dipasang kembali

Memasang tiang panel
di desa Pangkalan Durian

Peserta menyiapkan kabel-kabel lampu

Seluruh peserta yang ikut bekerja
di desa Pangkalan durian
Sekilas Jalan menuju desa Pangkalan Durian


 


Rabu, 02 Maret 2022

Rencana uji coba kompor berbahan bakar alternatif

Pada bulan Februari 2022, Shanti belum ke lapangan. Tetapi melakukan persiapan untuk pelatihan pada bulan Maret 2022.

Pada bulan ini, Shanti mendapatkan informasi tentang penggunaan kompor dengan bahan bakar alternatif. Ternyata sudah cukup banyak dijual oleh berbagai pihak, walaupun begitu, model yang tersedia menggunakan blower yang membutuhkan listrik. Model seperti ini tidak cocok untuk digunakan di desa-desa yang mungkin belum mempunyai listrik.


Shanti ingin melakukan uji coba kompor dengan model yang berbeda.
Kompor jenis ini sebetulnya dahulu banyak dipakai ketika minyak tanah mudah ditemukan. Seiring dengan waktu, minyak tanah sulit ditemukan, dan kompor ini tidak digunakan lagi. Lalu diganti dengan kompor gas. Shanti tertarik untuk mencoba karena kompor ini tidak membutuhkan listrik dan tidak sulit untuk dibuat.

Shanti ingin menguji coba kompor tersebut dengan menggunakan bahan bakar minyak goreng bekas dan oli bekas dari kendaraan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan minyak jarak, yang bisa dibuat dari biji pohon jarak. 

Kompor sudah dibeli, saat ini Shanti sedang mengumpulkan minyak goreng bekas. Shanti akan mulai melakukan uji coba pada bulan Maret - April 2022. Seandainya kompor berhasil digunakan, sistim ini dapat menolong mengurangi beban masyarakat karena dapat menjadi alternatif pengganti kompor gas.

 

Kamis, 10 Februari 2022

Pelatihan penggunaan GPIO Raspberry Pi

Pada tanggal 29-30 Januari 2022, Shanti mengikuti pelatihan Raspberry di Yogyakarta. Pelatihan ini lebih spesifik tentang penggunaan pin-pin GPIO pada Raspberry. Shanti ingin belajar tentang cara memanfaatkan pin-pin GPIO, pengaturan melalui raspberry, dan melihat kemungkinan-kemungkinan penggunaannya dilapangan.

Pin – pin GPIO ini dapat dihubungkan dengan alat lain, misalnya sensor atau motor, sehingga fungsinya dapat diatur melalui Raspberry. Fungsi ini dapat digunakan, misalnya, untuk sensor gempa atau curah hujan ataupun longsor ataupun untuk hal lain, tergantung pada sensor atau motor yang digunakan. Pengaturan pin GPIO ini dilakukan dengan script python, Shanti juga belajar cara programming dengan python. 

Pada Pelatihan ini, Shanti belajar cara menghubungkan raspberry pi dengan peralatan lain, seperti motor, lampu, sensor, dll. Peralatan – peralatan yang dapat dihubungkan adalah yang sering dipakai pada arduino. Banyak sekali jenis peralatan yang dapat digunakan. Penjelasan tentang contoh script python dapat ditemukan melalui internet, sehingga Shanti tidak akan kesulitan untuk berkreasi.

Berdasarkan pelatihan ini, Shanti dapat menggunakan pengetahuan dan ketrampilan baru sesuai kebutuhan dilapangan, misalnya:

  • Untuk daerah rawan banjir, Shanti dapat membuat sistim peringatan dini dengan menggunakan sensor curah hujan atau tinggi permukaan air sungai
  • Untuk daerah rawan longsor, Shanti dapat membuat sistim peringatan dini dengan menggunakan sensor ekstensometer yang dapat mengukur arah dan pergerakan tanah. 

Pengiriman informasi dapat melalui internet, SMS, ataupun radio komunikasi. Untuk sistim yang sederhana, raspberry pi zero sangat dimungkinkan karena sangat murah dan berukuran sangat kecil. Harga-harga sensor juga tidak mahal (walaupun ada yang berharga mahal), yang sulit adalah bagaimana caranya supaya peralatan-peralatan tersebut dirawat dengan baik dan tidak dicuri.


Ukuran raspberry pi zero
yang sangat kecil

Relay yang bisa digunakan
untuk mematikan/
menghidupkan peralatan lain

Pembuatan script python

Script python yang sedang dijalankan

Raspberry pi dihubungkan dengan
sensor suhu

Data dari sensor suhu

Senin, 03 Januari 2022

Pembuatan kincir air (2)

Pada bulan Desember 2021, kincir air sudah di tes di sungai, ditempat kincir tersebut akan dipasang. Ketika di tes, putaran kincir air tidak bisa dihentikan, yang berarti daya dorong air cukup kuat, debit air sudah cukup kuat untuk memutar kincir.

Walaupun begitu, kecepatan putaran kincir terlihat masih lebih lambat daripada kecepatan air mengalir. Oleh karena itu, kipas/dayung kincir tersebut akan dimodifikasi menjadi seperti mangkuk. Dengan harapan, dapat memaksimalkan daya dorong air dan mengurangi tahanan dibelakang kipas/dayung, sehingga putaran kincir menjadi lebih cepat.

Diperkirakan, walaupun putaran kincir dapat dimaksimalkan, aliran sungai tidak secepat yang diharapkan. Dibutuhkan putaran minimal 600rpm untuk memutar altenator dengan daya sekitar 600 watt. Atau 2.800 rpm untuk memutar altenator yang lebih besar.

Sehingga, diperkirakan akan membutuhkan susunan 3-4 pulley supaya didapatkan kecepatan yang diinginkan. Susunan pulley ini juga pasti akan menimbulkan kesulitan baru, terutama untuk menemukan pulley berdiameter besar beserta tali vanbeltnya yang cukup panjang.

Saat ini, modifikasi dayung/kipas kincir air masih dalam proses modifikasi. Setelah selesai, dan sudah diukur kecepatannya, barulah kita berpikir untuk menyelesaikan masalah-masalah berikutnya. 😋 

Pengalaman ini sangat berharga karena kita semua menjadi lebih mengerti tentang pembuatan kincir air. Kita juga mengerti bahwa sungai yang tidak terlalu deras masih bisa dipakai untuk menghasilkan listrik. Kita harus bisa beradaptasi dengan situasi setempat yang mungkin kurang ideal, dan harus berpikir supaya bisa digunakan secara maksimal.

 




Rabu, 08 Desember 2021

Pembuatan kincir air

Setelah Shanti memberikan pelatihan pada bulan lalu, peserta pelatihan ada yang memulai membuat kincir air untuk digunakan pada sistim listrik tenaga air mini.

Proses pembuatan sudah dimulai, dan kincir air yang dibuat sudah selesai. Walaupun begitu, ketika laporan ini ditulis, dudukan kincir air masih belum selesai, sehingga masih belum dilakukan uji coba. Bila dudukan sudah selesai, maka ujicoba dapat dilakukan, dan dapat diketahui diameter pulley yang dibutuhkan beserta keseluruhan pemasangan alatnya.


Dimulai dengan 2 buah velg sepeda motor bekas

Kedua velg dilas menjadi satu kesatuan

Setelah itu kaki-kaki dilas ke velg speda motor

Kincir air sudah mulai terbentuk

Pemasangan kipas pada kincir air

Kincir air sudah selesai

Senin, 08 November 2021

Kunjungan ke Kalbar Oktober 2021

Pada tanggal 10 - 15 Oktober 2021, Shanti berkunjung ke Kalimantan Barat. Dua aktivitas dikerjakan pada kunjungan ini.

Bekerjasama dengan Yayasan IP3, Shanti memberikan pelatihan pada tanggal 11 – 13 Oktober 2021 di Ngarak, Kalimantan Barat. Pelatihan dilakukan di lokasi Yayasan IP3.

Pada hari pertama, peserta diajak memeriksa sistim lampu tenaga matahari yang dahulu dipasang oleh peserta pelatihan sebelumnya. Sistim lampu ini sudah tidak berfungsi lagi. Setelah diperiksa, ternyata lampu-lampu yang terpasang dan aki yang digunakan sudah rusak, Maka bersama peserta pelatihan, aki diganti dengan aki VRLA 12v 12AH, lampu-lampu diganti dengan yang baru, boks panel diganti dengan yang lebih besar supaya aki yang baru dapat masuk kedalam boks panel. Panel surya masih berfungsi walaupun alasnya yang terbuat dari triplek yang dicat dengan aquaproof sudah mulai lapuk.

Pada hari kedua dan ketiga peserta diajak melakukan modifikasi pada dua buah altenator bekas mobil. Karena keterbatasan waktu, kami hanya dapat menyelesaikan modifikasi pada satu altenator. Sayangnya, ketika di tes, hasil modifikasi tersebut tidak mengeluarkan arus listrik. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain karena terdapat kerusakan pada alternator tersebut sebelum dimodifikasi atau magnet yang digunakan terlalu kecil.

Pada hari terakhir, dilakukan simulasi dengan menggunakan altenator yang dibawa oleh Shanti, yang sudah dimodifikasi. Simulasi berlangsung lancar, altenator menghasilkan listrik, dan melalui inverter dapat menyalakan lampu. Akhirnya, semua altenator dibawa oleh pak Thomas untuk diperiksa oleh pak Singgol, dan semoga dapat dicari masalahnya. 

Pak Thomas akan membuat kincir air, dan bila sudah selesai akan dihubungkan dengan altenator yang sudah dimodifikasi. Hingga laporan ini ditulis, proses pembuatan kincir air masih berlangsung.

Pada tanggal 14 Oktober 2021, Shanti berkunjung ke Rumah Pelangi untuk memeriksa sistim listrik tenaga surya yang terpasang. Shanti memasang sistim ini pada tanggal 19-25 Oktober 2020.

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, ternyata tidak ada masalah yang ditemukan. Semua sistim berjalan dengan baik. Dua buah aki VRLA 12v 200AH sudah dibeli dan dipasang sendiri oleh Rumah Pelangi, sehingga kapasitas keseluruhan sistim menjadi 24v x 200AH x 2 set = 9.600 WH. Sebuah sistim yang cukup besar, dan Shanti sangat senang karena sudah berfungsi selama setahun penuh tanpa gangguan.

 


Peserta sedang memeriksa lampu solar panel

Peserta sedang mengganti aki dan boks panel

Lampu sudah berfungsi malam hari

Peserta sedang menyiapkan simulasi listrik tenaga air

Simulasi listrik tenaga air berhasil, mampu menyalakan lampu

Peserta pelatihan

kincir air sedang dibuat oleh pak Tomas