Sabtu, 03 Desember 2016

Sistim komunikasi dalam penanggulangan bencana

Shanti sudah cukup lama mempersiapkan diri untuk mempunyai kapasitas yang cukup sehingga dapat membantu sistim komunikasi dalam kegiatan penanggulangan bencana.

Saat ini sudah dua orang staf Shanti yang memiliki Callsign Orari, yaitu YD1XAZ dan YD0PVI. Keduanya sudah dan masih terus melatih diri untuk membuat antena sederhana, merakit dan menjalankan APRS tracker serta IGate, membuat antena HF sederhana, dll. Seiring dengan waktu, dengan berbagai keterbatasan, Shanti terus menerus berusaha meningkatkan kapasitasnya.

Beberapa waktu lalu Shanti akhirnya dapat memiliki sebuah kendaraan 4WD bekas yang dapat digunakan untuk membawa staf Shanti ke lokasi kegiatan penanggulangan bencana. Kendaraan yang didapatkan adalah sebuah Nissan Patrol 160 produk tahun 1985, berbahan bakar bensin. Walaupun kendaraan ini masih cukup tangguh untuk menempuh medan berat, tetapi memerlukan banyak perbaikan supaya layak operasional dan mampu membawa staf ke lokasi yang diinginkan.


Seiring dengan waktu, Shanti juga berencana untuk memiliki trailer kecil (anhang) yang ditarik oleh kendaraan tersebut untuk membawa barang-barang kebutuhan. Peralatan yang dibutuhkan untuk sistim komunikasi dapat diangkut oleh anhang ini.
Shanti masih berpikir apakah perlu juga untuk menyertakan filter air sebagai peralatan yang dibutuhkan. Filter ini masih bisa diangkut oleh anhang yang agak besar.


Rabu, 16 November 2016

Kunjungan ke Sikka

Kran yang rusak
Pada tanggal 21 September, Shanti berkunjung ke Sikka  untuk melakukan beberapa kegiatan. Kegiatan yang pertama adalah melakukan monitoring peralatan penyaring air laut. Alat ini sudah berfungsi dan digunakan oleh penduduk pulau Palue, tetapi kran air stainless steel mengalami kerusakan dan harus diganti. Kran ini sudah diperbaiki sementara oleh penduduk, dan Shanti menggantinya dengan yang baru.






Setelah selesai, Shanti memberikan pelatihan tentang pembuatan keripik ubi dan pisang kepada kelompok2 masyarakat di pulau tersebut.


Pak John 'Okamsi' sedang
mempersiapkan pelatihan

Pelatihan sedang berlangsung

Ibu-ibu menggoreng keripik

Keripik dimasukkan kantung plastik


Pelatihan di dinkes sikka













Setelah kembali ke Maumere, Shanti memberikan pelatihan tentang software Medic mobile kepada dinas kesehatan kab Sikka. Dengan software ini, dinas kesehatan dapat memantau kehamilan-kelahiran dilokasi kerjanya dengan lebih mudah.



Pada akhir kunjungan, Shanti mendapat informasi bahwa ada tambak garam yang sudah berjalan di Nangahale, dan sempat dikunjungi untuk mempelajari proses yang dilakukan oleh mereka.



Pekerja di tambak garam

Dari tambak, garam dikumpulkan digudang

Setelah itu kristal garam dikeringkan

Lalu diberi yodium

Lalu kristal dihancurkan menjadi bubuk

Terakhir dikemas















Senin, 29 Agustus 2016

Instalasi peralatan desalinasi

Shanti menyiapkan proses ini selama lebih dari 6 bulan terakhir, dimulai dengan diskusi dengan pihak terkait di Palue, pencarian dana, proses pembelian peralatan, hingga instalasi dan pelatihan.

Proses instalasi peralatan yang diperkirakan akan mudah, ternyata menghadapi banyak kendala. Tim harus bepergian palue-maumere beberapa kali, dan terpaksa harus menunggu kiriman barang dari jakarta. Shanti sangat bersyukur karena para tehnisi bersemangat tinggi untuk membantu dan tetap bekerja hingga proses instalasi - pelatihan selesai dengan baik.

Pada tanggal 20 Agustus 2016, peralatan desalinasi tersebut sudah berfungsi dan dihibahkan kepada pihak terkait di Palue. Tim dan masyarakat sudah mencoba hasilnya, dan pak Kades Reruwairere akan membawa sampel air untuk diperiksa di laboratorium setempat. Saat ini Palue sudah memiliki alat yang mengubah air laut menjadi air minum.

Perjanjian dengan pihak terkait di Palue adalah bahwa bila peralatan tersebut tidak digunakan ataupun gagal untuk dirawat sehingga tidak berfungsi, maka Shanti akan mengambil kembali seluruh peralatan untuk digunakan ditempat lain yang lebih membutuhkannya.

Shanti tetap akan memonitor penggunaan dan perawatan peralatan. Semoga semua berjalan lancar. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk pak Djon yang sudah tinggal disana selama 1 bulan. Sudah dipanggil Okamsi (Orang kampung sini).

Keseluruhan tim yang pergi:


Pak Nurly,
tehnisi air

Pak Sugiono,
tehnisi air

Pak Mukti,
tehnisi Genset

Mas Johandi,
tehnisi listrik

Pak Robert,
staf Kopernik

Nona Maria 'Swallow',
staf Shanti

Pak John 'Okamsi',
Staf Shanti

Pak Andre,
staf Shanti



Perahu yang membawa tim maumere-Palue

Tehnisi memeriksa air sumur setempat

Tehnisi filter sdg bekerja

Tehnisi Genset sedang memberikan pelatihan

Muka2 cerah stlh pelatihan genset

Tehnisi filter didalam tangki air

Tehnisi listrik sedang bekerja

Masyarakat membantu membuat kolam garam

Lokasi alat desalinasi

2 tehnisi air sedang bingung

Pelatihan pemakaian filter air laut

Anggota tim yg sedang kelaparan

Pemasangan pipa utk ambil air laut

Anak2 mencoba hasil air

Langsung dicoba minum

Masyarakat lain mulai ikut mengambil

Air laut bisa menghasilkan listrik

Promosi Kopernik di paroki Uwa

Promosi Kopernik di Paroki Lei

Staf kopernik yg haus difoto

Stres tinggi, mulai terlihat tanda2nya

Ada yg foto2 terus utk hilangkan stress

Ada juga yg lagi marahan

Pada saat pulang semua gembira





Sampai ketemu lagi Palue

Jumat, 27 Mei 2016

Kunjungan Medic Mobile

Pada tanggal 7 Mei 2016, perwakilan dari Medic Mobile berkunjung ke berbagai pihak di Indonesia. Shanti senang sekali karena sempat bertemu dengan Anand Deo dan mendapatkan penjelasan detail tentang software Medic mobile.
Software yang mereka hasilkan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas sistim kesehatan dilapangan.

Hasil kunjungan ini membuka berbagai kemungkinan untuk kerjasama diwaktu yang akan datang.

Minggu, 22 Mei 2016

Peta Sinabung


Sehubungan dengan erupsi gunung sinabung beberapa hari lalu, Shanti mencoba membantu para pihak yang bekerja dilapangan menolong para korban.
BNPB mengeluarkan peta "kawasan rawan bencana dan rupabumi gunung sinabung, update 2015". Peta ini dapat diunduh gratis dari situs resmi BNPB.

Shanti mencoba memberikan mengolah peta tersebut sehingga dapat ditampilkan pada Google earth. Tujuannya adalah untuk mempermudah melihat daerah-daerah yang berbahaya, dan juga dapat langsung dipakai dilapangan.

Bila ingin menggunakannya, silahkan diunduh dari sini.
Dibuka langsung dengan google earth, dan derajat transparansi bisa diatur melalui google earth.

Semoga berguna.



Tampilan pada Google Earth

Bisa terlihat langsung desa yang berada
diwilayah berbahaya, beserta jalan menuju kesana