Sabtu, 08 Mei 2021

Prototipe Lampu Hama

Shanti menindak lanjuti rencana yang didapatkan dari Bojonegoro, yaitu membuat prototype lampu hama. Lampu Hama ini sudah dipakai oleh banyak petani, di sawah maupun di kebun, untuk mengurangi dampak hama serangga pada hasil pertanian.

Biasanya petani menggunakan listrik PLN untuk menyalakan lampunya. Oleh karena menggunakan kabel listrik yang panjang, sehingga sering terjadi kerusakan pada kabelnya, dan dalam beberapa kasus, orang yang melewati kabel terkena listrik dan meninggal.

Dengan menggunakan lampu solar panel, tidak dibutuhkan listrik PLN dan tidak menggunakan kabel listrik yang panjang. Sehingga diharapkan lampu masih berfungsi untuk mengatasi hama serta tidak berbahaya bagi lingkungannya.

Penggunaan lampu hama ini sebenarnya sederhana. Ada sebuah lampu yang dinyalakan sesudah matahari terbenam, lalu diletakkan wadah air dibawahnya. Sehingga serangga tertarik dengan lampu, terbang mengitari lampu dan akhirnya masuk kedalam wadah air. Makin luas lahan  pertanian, maka makin banyak lampu yang dibutuhkan.

Ketika laporan ini ditulis, prototipe sedang dalam proses penyelesaian. Apabila sudah selesai, maka akan diuji coba dilapangan. Shanti menggunakan pipa aluminium dan pelat aluminium sebagai rangka lampu. Lalu solar panel ditempatkan dibagian atas, peralatan lainnya diletakkan dibagian bawah.


Nyala lampu diatur oleh sensor cahaya

Menggunakan 2 baterai 18650

Menggunakan rangka dari pipa dan plat aluminium

Solar panel pada bagian atas

Peralatan elektroniknya sederhana

Menggunakan lampu LED 1 watt UV, dilindungi dengan botol bekas