Karena PSBB, Shanti menggunakan waktu untuk berlatih diri membuat antenna
sederhana. Dua buah antenna berhasil diselesaikan. Antena yang pertama akan
digunakan di frekuensi 144.390 MHz untuk kebutuhan Igate APRS. Antena yang
kedua digunakan untuk komunikasi suara.
Kedua antenna ini adalah tipe Slim Jim, desain antenna didapatkan
dari situs
web. Masing-masing ntenna menggunakan pipa paralon ukuran ¾ inchi,
sepanjang 2 meter, ditambah kabel bekas kira-kira sepanjang 2,5 meter. Semuanya
dirangkai sesuai dengan ukurannya.
Setelah selesai, tahapan berikutnya adalah menentukan titik
lokasi pemasangan kabel RG58. Titik lokasi ini diperoleh dengan menggunakan SWR
meter, mencari titik dengan SWR terendah (dibawah 1,5) pada frekuensi yang
diinginkan. Setelah titik didapatkan, ujung kabel RG58 disolder pada antenna.
Dan akhirnya antenna dipasang diatas tiang, dihubungkan ke radio dengan
menggunakan kabel RG8.
Shanti menggunakan HT Baofeng UB-V5, raspberry pi 2 beserta USB
soundcard dan 8GB sdcard untuk membuat stasiun penerima APRS. Semua peralatan
dihubungkan dengan kabel buatan sendiri. Sinyal suara dari antenna disalurkan melalui kabel menuju
radio. Suara dilanjutkan dari radio menuju soundcard, dan akhirnya diterima
oleh Raspberry Pi. Sinyal suara ini akan diolah oleh program di Raspberry pi,
dan lalu dikirimkan ke internet melalui Wifi.
Software yang digunakan adalah Direwolf karena dari beberapa
kali percobaan, software ini yang paling mudah digunakan dibandingkan cara lain.
Petunjuk instalasi dan penggunaan software Direwolf dapat ditemukan pada
situsnya, tersedia juga dokumen
khusus untuk Raspberry pi.
Instalasi Direwolf tidak berjalan mulus. Setelah mencoba
beberapa hari dengan semua cara yang diketahui Shanti, ternyata gagal untuk
memasang Direwolf tanpa versi desktop. Versi non Desktop awalnya dipilih karena
lebih ringan untuk raspberry pi. Karena gagal, maka Raspbian versi desktop
dipasang pada Raspberry, dan seluruh proses instalasi Direwolf berjalan lancar.
Setelah terpasang dengan baik, maka proses selanjutnya adalah
mengatur program Direwolf untuk mengenali soundcard, callsign beserta passcode,
server APRS, pengaturan volume, dan beberapa hal lainnya. Setelah selesai,
Shanti melakukan tes, semua berjalan dengan baik. Hingga laporan ini ditulis,
sistim ini masih dinyalakan dan dilihat apakah ada masalah yang muncul. IGate
ini menggunakan callsign YD0PVI-13, dan dapat dilihat pada situs aprs.fi.
Shanti sejak dulu tertarik dengan APRS karena sangat
berguna ketika terjadi bencana. Sistim ini digabung dengan sistim komunikasi
radio, akan jauh mempermudah penanganan bencana. Software penanganan bencana
yang saat ini terbaik dan gratis, dengan melibatkan APRS adalah Sartrack. Shanti sangat ingin berlatih
diri menggunakan Sartrack dengan seluruh kemampuannya, tetapi hingga saat ini
belum menemukan pihak-pihak yang tertarik untuk besama-sama berlatih. Walaupun
begitu semua staf Shanti dan pihak yang sering membantu dilapangan semuanya
sudah memiliki Callsign, salah satu syarat penting untuk menggunakan APRS.