Selasa, 01 Oktober 2024

Kerjasama untuk memperkenalkan Superflour

Bulan ini, direncanakan akan ada pertemuan di kalbar pada tanggal 14 Oktober 2024 didesa Beram, bersama dengan masyarakat disekitarnya. Pertemuan ini dikoordinasi oleh lsm local. Pada pertemuan ini, Shanti berencana untuk memperkenalkan tepung superflour ini kepada masyarakat. 

Tepung tersebut akan diberikan pada anak-anak dengan gizi kurang, yang ibunya berminat untuk mencoba. Sebelum diberi tepung, anak-anak tersebut akan ditimbang berat badannya, dan setiap minggu akan ditimbang ulang.

Sehubungan dengan itu, Shanti mempersiapkan tepung sebanyak 9 kg terdiri dari tepung kacang hijau 3 kg, tepung kedelai 3 kg, dan tepung ubi kuning 3 kg. Ketiga tepung ini dicampur dan dimasukkan kedalam kantung plastic, setiap kantung berisi 45 gram tepung. 

Seluruh tepung tersebut dapat digunakan untuk 7 orang anak selama 2 minggu (atau 14 anak selama 1 minggu), setiap hari 1 bungkus sebagai snack pagi, dan 1 bungkus untuk snack sore. Seluruh tepung sudah dikirimkan ke kalbar.

Walaupun begitu, Shanti belum belum dapat memastikan dapat berkunjung ke Kalbar untuk menghadiri pertemuan pada tanggal 14 Oktober 2024, karena masih sibuk menyiapkan survey di daerah Lombok Timur.

 

 

Senin, 02 September 2024

Persiapan Survey di Lombok Timur (2)

Pada bulan ini, Shanti sibuk dengan persiapan-persiapan yang diperlukan untuk melakukan survey di Lombok Timur. Dua pertemuan koordinasi dilakukan di tanggal 9 dan 22 Agustus 2024.

Diluar itu, Shanti bekerja sama dengan WVI untuk memilih 6 buah desa yang akan dipakai untuk uji coba modul SBC milik WVI. Kuesioner sudah mulai dibuat, dan telah diperbaharui terus menerus, menyesuaikan dengan rencana WVI. Kuesioner juga sudah mulai dimasukkan kedalam kobocollect. Hingga laporan ini ditulis, perbaikan-perbaikan kuesioner masih berlangsung dan belum final.

Kunjungan ke Lombok Timur diperkirakan akan dilakukan pada tanggal 8 – 17 Oktober 2024. Walaupun begitu, rencana ini masih dapat berubah menyesuaikan situasi. Shanti akan disibukkan dengan seluruh kegiatan ini hingga selesai di bulan November 2024.

Selasa, 06 Agustus 2024

Persiapan Survey di Lombok Timur

Pada bulan ini Shanti disibukkan oleh kegiatan untuk mempersiapkan survey dengan metode LQAS di Lombok Timur. Kegiatan ini adalah kerjasama Shanti dengan Wahana Visi Indonesia. 

Mereka ingin melakukan pilot testing untuk kesehatan anak, sehingga dibutuhkan pengumpulan data awal dan akhir kegiatan. Kegiatan pengumpulan data awal akan dilakukan sekitar bulan Oktober 2024, dan persiapan-persiapan sedang dilakukan. Kegiatan ini akan memakan cukup banyak waktu, dan diperkirakan akan selesai di bulan November 2024.


Kamis, 04 Juli 2024

Testing Superflour (2)

Shanti menerima laporan lagi tentang kedua anak balita yang diberikan tepung super. Keduanya masih diberikan makan bubur hingga 2 minggu berturut – turut. Namun anak pertama sedang sakit flu dan batuk selama semingu belakangan, sehingga susah makan. Sedangkan anak kedua makan bubur hanya sedikit – sedikit. 

Tanggal 02 Juni 2024 berat badan mereka kembali ditimbang. Anak pertama pada minggu pertama, berat badannya naik 700 gram. Sementara pada minggu kedua, ketika anak sedang sakit, mengalami penurunan BB sebesar 500 gr. Sakit membuat berat badan anak turun dengan cepat.

Anak kedua pada minggu pertama mengalami kenaikan berat badan sebesar 100 gram. pada minggu kedua berat badannya kembali naik sebesar 300 gr.

Bila dibandingkan dengan catatan BB mereka di KMS (kartu menuju sehat), terdapat perubahan. Bulan – bulan sebelumnya, berat badan kedua anak ini beberapa kali Tidak Naik atau Kenaikan BB kurang dari KBM dan menyentuh Garis Merah. Sementara selama dua minggu ini setelah diberikan bubur tepung super, mengalami kenaikan yang lumayan.

Jadi, Shanti menyimpulkan bahwa bubur yang terbuat dari tepung super bisa membantu meningkatkan berat badan dan memperbaiki gizi anak apabila dikonsumsi secara cukup dan teratur.

Dengan bahan yang tersedia lokal, dapat dibuat makanan yang mampu memperbaiki gizi anak. Selama ini Shanti menilai penyuluhan-penyuluhan kurang berhasil memperbaiki gizi anak, karena tetap bergantung kepada ibu anak-anak tersebut. Tanpa perubahan pada jenis makanan, volume makanan, dan frekuensi pemberian makanan, tidak mungkin terjadi perbaikan gizi pada anak-anak.

Tersedianya tepung super mungkin dapat menaikkan keberhasilan aktivitas untuk memperbaiki gizi anak, karena mempermudah ibu yang memiliki anak kurang gizi. Shanti masih melihat kemungkinan-kemungkinan untuk meneruskan dan memproduksi superflour ini dalam format UMKM.

Selasa, 04 Juni 2024

Testing Superflour

Bulan ini, pada tanggal 15-16 mei 2024, Shanti memberikan pelatihan di desa dara itam, kepada kader-kader posyandu. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang lalu, kali ini bertujuan untuk mengajarkan kader membuat makanan bergizi dari bahan-bahan yang ada. Bahan yang digunakan adalah kacang hijau, kacang kedelai, dan ubi.

Pada hari pertama, Shanti mengajarkan cara membuat bubur dari ketiga bahan tersebut, yang dimasak dengan santan dan gula sescukupnya. Pada hari kedua, Shanti mengajarkan cara membuat bubur dari ketiga bahan tersebut yang sudah diubah menjadi tepung. Bentuk tepung mempunyai keuntungan karena dapat disimpan dalam waktu lama.

Hasil akhir ternyata disukai oleh seluruh peserta, termasuk oleh anak-anak. Pada akhir pelatihan, Shanti membagikan tepung yang sudah dibagi dalam kantung-kantung plastic, untik diuji coba pada anak di posyandu yang mempunyai masalah berat badan yang sulit naik. Kader posyandu memilih dua orang anak, dan masing-masing akan diberikan makanan tambahan tepung tersebut dua kali sehari, selama dua minggu.

Sebelum diberi tepung, kedua anak tersebut akan ditimbang berat badannya, dan diulang sesudah dua minggu. Ketika laporan ini ditulis, Shanti mendapatkan informasi bahwa setelah diberikan selama satu minggu, berat badan kedua anak tersebut naik hingga 700 gram. Satu anak berat badannya hanya naik 100 gram karena tidak memakannya sesuai takaran.



Sedang menyangrai

Sedang memasak bubur dari bahan segar

Hasil sangrai lalu ditumbuk halus

Bubur dari bahan segar sudah selesai

Bubur dari bahan tepung hampir selesai

Sedang menikmati hasil masakan

Sedang menikmati hasil masakan

Peserta pelatihan


Selasa, 07 Mei 2024

Perbaikan Super Flour

Bulan ini Shanti menyelesaikan tepung super flour yang diperbaharui. Shanti menggunakan kacang hijau, kacang kedelai, dan ubi ungu yang dibuat menjadi tepung. Ketiga jenis tepung ini dicampur merata, yang akan dipacking kedalam kantung plastic ukuran 100 gram. Hasilnya akan diuji coba pada kunjungan ke Kalbar.

Shanti memperbaiki prosedur dengan mencoba menggunakan dehydrator. Ternyata alat ini sangat baik untuk mengeringkan ubi ungu. Pembuatan tepung dilakukan dengan menggunakan mesin giling berukuran kecil.

Shanti mencoba juga untuk membuat tepung kelapa. Ternyata sulit dan akhirnya gagal karena selalu terbentuk mingak kelapa, tidak berhasil membuat menjadi tepung secara keseluruhan. Minyak yang dihasilkan, ternyata membuat mesin giling tidak bekerja dengan baik. Sehingga Shanti harus membongkar mesin dan membersihkannya dari gumpalan-gumpalan tepung yang mengeras karena bercampur dengan minyak kelapa. Setelah dibersihkan, mesin giling bekerja lagi dengan baik.

Satu-satunya cara untuk membuat tepung kelapa adalah dengan membuang santan, dan mengeringkan ampas parutan kelapa dan lalu menghaluskannya menjadi tepung. Tetapi ampas tersebut sudah kehilangan nilai gizi secara signifikan. 

Sehingga Shanti akhirnya membatalkan niat untuk membuat tepung kelapa. Sebagai gantinya, Shanti akan menganjurkan ibu-ibu untuk memasak tepung super flour dengan santan, selain nilai gizi akan meningkat, santan juga akan memperbaiki rasa.

Shanti juga mencoba merubah tepung yang menjadi beberapa jenis kue kering.  Beberapa bentuk penyajian ini akan dites dilapangan. Semoga hasil akhirnya akan disukai anak-anak dilapangan, ketika kunjungan berikutnya ke Kalbar.

 


Proses Sangrai

Pemakaian dehidrator

Tepung yang sudah dicampur

Diubah menjadi kue

 

Kamis, 11 April 2024

Testing LoRa (2)


Pada bulan ini Shanti sudah selesai membuat antenna untuk Lora, dan sudah memasang perangkat Lora di atap kantor.

Pada awalnya, perangkat tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Setelah setting MQTT dimatikan, perangkat yang diatap dapat berkomunikasi dengan perangkat lain.

Saat ini, perangkat masih menggunakan listrik PLN melalui charger HP. Dikemudian hari, perangkat ini akan dihubungkan dengan solar panel, sehingga akan mempunyai sumber listrik mandiri. 

Perangkat Lora sudah dimasukkan kedalam kotak yang kedap air. Saat ini Shanti sedang mencoba berapa jauh perangkat ini dapat berkomunikasi. Apabila Shanti kurang puas dengan hasil uji coba, kemungkinan Shanti harus  kembali melakukan modifikasi diwaktu yang akan datang. 

Satu hal sudah diketahui, kabel RG8 yang digunakan kemungkinan besar bukan tipe “Low loss”, sehingga mempengaruhi nilai SWR ketika disambungkan ke antenna. Shanti akan mencoba membeli dan menggantinya dengan yang lebih baik.

Saat ini, node Meshtastic sudah terpasang dan berfungsi di daerah jakarta barat, menggunakan regio SG_923, di 923MHz.

 


Antena dipole terpasang diatap

Perangkat LoRa
didalam kotak hitam