Shanti menyiapkan proses ini selama lebih dari 6 bulan terakhir, dimulai dengan diskusi dengan pihak terkait di Palue, pencarian dana, proses pembelian peralatan, hingga instalasi dan pelatihan.
Proses instalasi peralatan yang diperkirakan akan mudah, ternyata menghadapi banyak kendala. Tim harus bepergian palue-maumere beberapa kali, dan terpaksa harus menunggu kiriman barang dari jakarta. Shanti sangat bersyukur karena para tehnisi bersemangat tinggi untuk membantu dan tetap bekerja hingga proses instalasi - pelatihan selesai dengan baik.
Pada tanggal 20 Agustus 2016, peralatan desalinasi tersebut sudah berfungsi dan dihibahkan kepada pihak terkait di Palue. Tim dan masyarakat sudah mencoba hasilnya, dan pak Kades Reruwairere akan membawa sampel air untuk diperiksa di laboratorium setempat. Saat ini Palue sudah memiliki alat yang mengubah air laut menjadi air minum.
Perjanjian dengan pihak terkait di Palue adalah bahwa bila peralatan tersebut tidak digunakan ataupun gagal untuk dirawat sehingga tidak berfungsi, maka Shanti akan mengambil kembali seluruh peralatan untuk digunakan ditempat lain yang lebih membutuhkannya.
Shanti tetap akan memonitor penggunaan dan perawatan peralatan. Semoga semua berjalan lancar. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk pak Djon yang sudah tinggal
disana selama 1 bulan. Sudah dipanggil Okamsi (Orang kampung sini).
Keseluruhan tim yang pergi:

Pak Nurly, tehnisi air | |

Pak Sugiono, tehnisi air |

Pak Mukti, tehnisi Genset |

Mas Johandi, tehnisi listrik |

Pak Robert, staf Kopernik |

Nona Maria 'Swallow', staf Shanti |

Pak John 'Okamsi', Staf Shanti |

Pak Andre, staf Shanti |

Perahu yang membawa tim maumere-Palue |

Tehnisi memeriksa air sumur setempat |

Tehnisi filter sdg bekerja |

Tehnisi Genset sedang memberikan pelatihan |

Muka2 cerah stlh pelatihan genset |

Tehnisi filter didalam tangki air |

Tehnisi listrik sedang bekerja |

Masyarakat membantu membuat kolam garam |

Lokasi alat desalinasi |

2 tehnisi air sedang bingung |

Pelatihan pemakaian filter air laut |

Anggota tim yg sedang kelaparan |

Pemasangan pipa utk ambil air laut |

Anak2 mencoba hasil air |

Langsung dicoba minum |

Masyarakat lain mulai ikut mengambil |

Air laut bisa menghasilkan listrik
|
 Promosi Kopernik di paroki Uwa
|

Promosi Kopernik di Paroki Lei
|

Staf kopernik yg haus difoto |

Stres tinggi, mulai terlihat tanda2nya |

Ada yg foto2 terus utk hilangkan stress |

Ada juga yg lagi marahan |

Pada saat pulang semua gembira |
Sampai ketemu lagi Palue